Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Geram Pengusaha yang Tak Paham Tambang Malah Dapat Konsesi

2 min read
Prabowo Geram Pengusaha yang Tak Paham Tambang Malah Dapat Konsesi
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto menyoroti IUP yang diberikan kepada pengusaha tanpa keahlian tambang dan dimanfaatkan untuk spekulasi.

  • Prabowo menyebut lima konsesi memiliki cadangan terbukti dengan nilai diperkirakan Rp5.400 triliun, tetapi sumber dayanya masih berada di bawah tanah.

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diperintahkan mencabut konsesi yang tidak menunjukkan aktivitas nyata selama lebih dari dua tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pemberian izin usaha pertambangan (IUP) kepada pengusaha yang tidak memiliki keahlian di bidang pertambangan. Menurutnya, ada pengusaha yang meminta konsesi, tetapi tidak menggarapnya dan justru memanfaatkan izin tersebut untuk spekulasi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Dia bukan ahli tambang, dia bukan, dia nggak ngerti operasi tambang. Tapi dia minta aja, begitu dikasih, dia pakai entah untuk spekulasi, untuk dimasukin ke bursa-bursa di mana, ya kan. Ujungnya ya kita juga rugi sebagai bangsa. Puluhan tahun tidak dikerjakan," kata Prabowo.

  1. 1. Prabowo minta pemerintah lebih selektif memberikan konsesi

    Ilustrasi Tambang Nikel.
    Ilustrasi Tambang Nikel. (IDN Times/Anjani Asra)

    Prabowo mengingatkan jajarannya pemerintah memahami tanggung jawabnya kepada masyarakat dalam mengelola kekayaan alam. Menurutnya, pemberian konsesi tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa memastikan kemampuan pihak yang menerimanya.

    "Pemerintah itu bekerja untuk rakyat. Karena itu, kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Kita harus teliti yang kita percayakan konsesi itu dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan," ujar dia.

  2. 2. Lima IUP punya cadangan senilai Rp5.400 triliun

    Ilustrasi Tambang Timah.
    Ilustrasi Tambang Timah. (IDN Times/Anjani Asra)

    Prabowo mengungkapkan, dirinya baru menerima laporan mengenai lima konsesi dari ratusan IUP yang memiliki cadangan terbukti (proven reserve) berdasarkan studi Joint Ore Reserves Committee (JORC).

    Nilai cadangan dari lima konsesi tersebut diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun atau setara 300 miliar dolar AS. Namun, dia mengingatkan bahwa angka tersebut belum berarti kekayaan itu sudah bisa dimanfaatkan karena sumber daya tersebut masih berada di bawah tanah.

    "Saudara, jangan, jangan tepuk tangan terlalu cepat. Karena kekayaan itu masih di bawah tanah. Tapi yang saya maksud adalah negara kita sangat kaya," tuturnya.

  3. 3. Prabowo perintahkan Menteri ESDM cabut IUP yang tidak aktif

    Ilustrasi Tambang Batu Bara.
    Ilustrasi Tambang Batu Bara. (IDN Times/Anjani Asra)

    Prabowo juga menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mencabut konsesi yang tidak menunjukkan aktivitas nyata selama lebih dari dua tahun. Instruksi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menertibkan konsesi yang tidak dikerjakan.

    "Saya memberi instruksi kepada Menteri ESDM, ya kan, lebih dari 2 tahun tidak ada aktivitas nyata, cabut," tegas orang nomor satu di Indonesia itu.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More