Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi perusahaan minyak (unsplash.com/PilMo Kang)
Ilustrasi perusahaan minyak (unsplash.com/PilMo Kang)

Intinya sih...

  • Penurunan produksi minyak AS mencapai puncak 2 juta barel per hari pada Sabtu (24/1/2026).

  • Wilayah Permian Basin, pusat produksi minyak utama AS, mengalami gangguan terparah dengan penurunan sekitar 1,5 juta barel per hari.

  • Produksi minyak AS mulai pulih setelah badai turunkan output gas alam.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sektor energi Amerika Serikat (AS) mengalami guncangan hebat akibat badai musim dingin yang melumpuhkan produksi minyak hingga 2 juta barel per hari, setara dengan sekitar 15 persen dari total output nasional. Badai ini menyerang berbagai wilayah, termasuk wilayah penghasil utama seperti Permian Basin, dan membebani infrastruktur energi serta jaringan listrik secara luas.

Gangguan produksi mencapai puncaknya pada Sabtu (24/1/2026), menurut estimasi analis dan pedagang. Badai yang disebut Winter Storm Fern dimulai sejak Jumat (23/1/2026), menyebabkan penurunan signifikan di Permian Basin sekitar 1,5 juta barel per hari pada akhir pekan tersebut.

1. Badai musim dingin lumpuhkan produksi minyak hingga 2 juta barel per hari

ilustrasi badai salju (pixabay.com/lilo401)

Badai musim dingin ekstrem menyebabkan penurunan produksi minyak AS mencapai puncak 2 juta barel per hari pada Sabtu (24/1/2026). Wilayah Permian Basin, pusat produksi minyak utama AS, mengalami gangguan terparah dengan penurunan sekitar 1,5 juta barel per hari, menurut estimasi konsultan Energy Aspects.

Produsen minyak besar ConocoPhillips melaporkan penurunan produksi di Permian sebesar 175 ribu barel per hari akibat cuaca dingin ekstrem.

Gangguan ini juga meluas ke negara bagian lain seperti North Dakota, yang mengalami penurunan produksi antara 80 ribu hingga 110 ribu barel per hari. Juru bicara ConocoPhillips menyatakan perusahaan biasanya tidak mengomentari operasi harian, meskipun dampak cuaca ekstrem ini signifikan terhadap infrastruktur energi secara keseluruhan.

2. Produksi minyak AS mulai pulih setelah badai turunkan output gas alam

ilustrasi badai salju (pexels.com/Ilya)

Penurunan produksi minyak akibat badai musim dingin mulai mereda pada Senin (26/1/2026), dengan penutupan di Permian Basin turun menjadi sekitar 700 ribu barel per hari dari puncak gangguan sebelumnya. Proyeksi pemulihan penuh operasi dijadwalkan selesai pada Jumat (30/1/2026), seiring normalisasi cuaca di wilayah penghasil utama tersebut.

Produksi gas alam terkait juga terganggu, khususnya di North Dakota dengan penurunan antara 0,24 hingga 0,33 miliar kaki kubik per hari.

Secara keseluruhan, rata-rata produksi gas di 48 negara bagian AS turun menjadi 106,9 miliar kiki kubik per hari pada Januari 2026, dari rekor 109,7 miliar kaki kubik per hari di Desember sebelumnya. Penurunan ini memicu kenaikan harga futures gas alam di pasar komoditas.

3. Badai musim dingin sebabkan pemadaman listrik massal dan krisis energi di AS

Ilustrasi potret badai salju. Sumber: Unsplash.com/howling red

Badai musim dingin memicu pemadaman listrik bagi lebih dari satu juta rumah dan bisnis di wilayah Pantai Teluk dan Tenggara AS, termasuk Texas, dengan sekitar 810 ribu pelanggan masih tanpa daya pada Senin (26/1/2026). Jaringan listrik terbesar, PJM Interconnection, melaporkan pemadaman pembangkit listrik mencapai 22,4 gigawatt, atau setara 16 persen dari kapasitas yang dikomitmenkan.

Harga listrik grosir melonjak drastis hingga lebih dari 3 ribu dolar AS (Rp50,2 juta) per megawatt-jam pada akhir pekan, mencerminkan tekanan luar biasa pada sistem energi. Beberapa kilang minyak dan kompleks petrokimia, seperti fasilitas Exxon Mobil di Baytown, Texas, terpaksa menutup unit operasional akibat pembekuan saluran dan peralatan.

Suhu dingin ekstrem diprediksi masih bertahan di beberapa wilayah, memperpanjang risiko gangguan infrastruktur energi dalam beberapa hari mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team