Jakarta, IDN Times - Sektor energi Amerika Serikat (AS) mengalami guncangan hebat akibat badai musim dingin yang melumpuhkan produksi minyak hingga 2 juta barel per hari, setara dengan sekitar 15 persen dari total output nasional. Badai ini menyerang berbagai wilayah, termasuk wilayah penghasil utama seperti Permian Basin, dan membebani infrastruktur energi serta jaringan listrik secara luas.
Gangguan produksi mencapai puncaknya pada Sabtu (24/1/2026), menurut estimasi analis dan pedagang. Badai yang disebut Winter Storm Fern dimulai sejak Jumat (23/1/2026), menyebabkan penurunan signifikan di Permian Basin sekitar 1,5 juta barel per hari pada akhir pekan tersebut.
