Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Kevin Warsh, Ketua Baru The Fed yang Gantikan Jerome Powell
Ketua baru The Federal Reserve, Kevin Warsh dalam upacara pelantikan di East Room, White House (Roberto Schmidt/Getty Images via AFP)
  • Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed menggantikan Jerome Powell pada 22 Mei 2026 di Gedung Putih, disaksikan sejumlah tokoh penting pemerintahan Amerika Serikat.

  • Warsh memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi, hukum, dan kebijakan publik dengan pengalaman di Morgan Stanley, pemerintahan George W. Bush, serta pernah menjadi anggota Dewan Gubernur The Fed.

  • Dalam pidato pelantikannya, Warsh menegaskan mandat menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja sambil memimpin reformasi internal The Fed untuk memperkuat ekonomi dan posisi global Amerika.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kevin Warsh resmi dilantik menjadi Ketua The Federal Reserve (The Fed) di Gedung Putih pada Jumat (22/5/2026). Dia menggantikan Jerome Powell sebagai bos baru Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Sosok ekonom dan mantan pejabat tinggi di AS itu dikenal luas di kalangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Dengan rekam jejak di sektor keuangan, pemerintahan, dan akademik, Warsh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed dan menjadi penasihat ekonomi Presiden George W. Bush.

Berikut profil lengkapnya!

1. Kevin Warsh lulusan kampus bergengsi

ilustrasi Harvard University (unsplash.com/Somesh Kesarla Suresh)

Dilansir Federal Reserve History, Warsh diketahui lahir di Albany, New York. Dia menempuh pendidikan kebijakan publik dengan fokus pada ekonomi dan statistik di Universitas Stanford dan lulus dengan predikat kehormatan pada 1992.

Selanjutnya, Warsh melanjutkan studi hukum di Harvard Law School dengan penekanan pada keterkaitan antara hukum, ekonomi, dan kebijakan regulasi, serta meraih gelar sarjana hukum pada 1995.

Selain itu, dia juga mengikuti sejumlah mata kuliah tentang ekonomi pasar dan pasar modal utang di Harvard Business School serta Sloan School of Management di MIT.

2. Kevin Warsh punya sederet pengalaman

Ketua baru The Federal Reserve, Kevin Warsh dalam upacara pelantikan di East Room, White House (Aaron Schwartz/AFP)

Pada 1995, Kevin Warsh bergabung dengan Morgan Stanley & Co. di New York sebagai bagian dari departemen merger dan akuisisi. Dia menjabat sebagai penasihat keuangan bagi berbagai perusahaan di sektor manufaktur, bahan dasar, jasa profesional, dan teknologi. Dia juga terlibat dalam penyusunan transaksi pasar modal serta pembiayaan pendapatan tetap dan ekuitas.

Pada Februari 2002, Warsh meninggalkan posisinya sebagai wakil presiden dan direktur eksekutif di Morgan Stanley untuk bergabung dengan pemerintahan Presiden George W. Bush.

Dia ditunjuk sebagai asisten khusus presiden bidang kebijakan ekonomi dan sekretaris eksekutif di Dewan Ekonomi Nasional. Ia memberi masukan kepada presiden dan pejabat tinggi terkait arus dana di pasar modal, sekuritas, perbankan, dan asuransi. Dia juga menjadi anggota Kelompok Kerja Presiden untuk Pasar Keuangan.

Pada 2006, Presiden Bush mencalonkan Warsh sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve. Dia mewakili lembaga itu di forum G20 dan menjadi utusan ke negara-negara Asia.

Sebagai gubernur administratif, dia mengelola operasional, kepegawaian, dan kinerja keuangan Dewan. Selama menjabat, Warsh menyampaikan sejumlah pidato penting terkait krisis keuangan global 2007-2009, seperti The End of History?, The Federal Funds Rate in Extraordinary Times, dan Rejecting the Requiem.

Setelah meninggalkan The Fed, Warsh menjadi peneliti tamu di Hoover Institution Stanford dan dosen di Sekolah Pascasarjana Bisnis universitas tersebut. Dia juga menjabat sebagai penasihat dan anggota dewan direksi di beberapa perusahaan, termasuk United Parcel Service.

3. Mendapat mandat menjaga stabilitas ekonomi

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Ketua baru The Fed, Kevin Warsh (kiri) di upacara pelantikan di East Room, White House (Aaron Schwartz/AFP)

Upacara pelantikan Warsh di East Room dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Hakim Mahkamah Agung Clarence Thomas dan Brett Kavanaugh, Ketua DPR Mike Johnson, serta banyak politisi dan pejabat kabinet. Thomas memimpin pengambilan sumpah jabatan Warsh.

Setelah pelantikan, Warsh mengatakan, mendapatkan mendat untuk menjaga stabilitas ekonomi.

"Mandat kami di The Fed adalah menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan lapangan kerja," ucapnya, dikutip dari CNBC, Sabtu (23/5).

Dia meyakini, saat The Fed menjalankan tujuan tersebut dengan kebijaksanaan dan kejelasan, independensi dan ketegasan, inflasi bisa lebih rendah, pertumbuhan ekonomi lebih kuat, pendapatan riil masyarakat lebih tinggi, dan Amerika bisa menjadi lebih makmur.

"Tak kalah penting, posisi Amerika di dunia juga akan lebih aman," katanya.

Untuk menjalankan misi tersebut, Warsh menegaskan, akan memimpin The Fed yang berorientasi pada reformasi. Selain itu, belajar dari keberhasilan dan kesalahan masa lalu, serta keluar dari kerangka dan model yang kaku.

"Sekaligus menjaga standar integritas dan kinerja yang jelas," ujarnya.

Editorial Team