PU Fokus Buka Akses Wilayah Terisolasi Korban Banjir Sumatra

- PU kerahkan alat berat untuk membuka akses ke wilayah terisolasi akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
- PU salurkan bantuan sekitar Rp1 miliar untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak bencana, serta memastikan dukungan operasional terpenuhi.
- BNPB meminta operasi pencarian dan pertolongan dilakukan selama 24 jam di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembukaan akses menuju Sumatra Utara (Sumut) guna memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumatra Barat (Sumbar).
Menteri PU, Dody Hanggodo menjelaskan, sejumlah ruas jalan di pesisir barat Sumatra masih tertutup longsor. Hal itu membuat akses menuju lokasi bencana terutama lewat darat terbatas. Adapun pergerakan logistik untuk sementara diarahkan melalui koridor dari wilayah utara.
"Kalau dari sisi Sumut, Tarutung-Sibolga, kondisi masih berat, terdapat banyak titik longsor menghambat sehingga kemungkinan bisa memakan waktu lama untuk membuka akses. Jadi kami upayakan juga untuk masuk dari arah Barus-Aceh (Koridor Utara),” tutur Dody, dikutip dari ANTARA, Minggu (30/11/2025).
1. PU kerahkan alat berat

Dody menyatakan, percepatan pembukaan akses penting untuk mencegah keterlambatan logistik yang dapat menimbulkan dampak sosial tambahan bagi masyarakat terisolasi.
PU pun mengerahkan alat berat tambahan untuk menembus lokasi terdampak, dibantu TNI, Polri, Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pertamina, serta pemerintah daerah guna memastikan dukungan operasional terpenuhi.
“Harapan kami cuaca membaik agar akses mobil besar itu bisa tembus Senin sore, sehingga bantuan pangan, sandang, hingga air bersih lebih cepat tiba nanti,” ujar Dody.
2. PU salurkan bantuan Rp1 miliar

Selain itu, PU juga disebut telah mulai menyalurkan donasi sekitar Rp1 miliar untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. PU menyatakan, bantuan logistik akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi lapangan, termasuk setelah akses darat terbuka bertahap.
Pemulihan akses jalan menjadi langkah awal pemulihan rantai pasok barang esensial dan percepatan bangkitnya ekonomi warga terdampak bencana.
3. BNPB minta pencarian dan pertolongan dilakukan 24 jam

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumut dilakukan selama 24 jam untuk mempercepat penanganan korban.
Di Sibolga, tiga orang masih dalam pencarian, sementara di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sejumlah warga dilaporkan belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian meski akses menuju beberapa titik masih terhambat longsor dan putusnya jaringan komunikasi.



















