Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bonds di China, Pede Bakal Laku Keras

Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bonds di China, Pede Bakal Laku Keras
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (dok. YouTube Kemenkeu)
Intinya Sih
  • Kemenkeu akan menerbitkan Panda Bonds senilai 1 miliar dolar AS di China pada Juli 2026, sebagai langkah awal menjajaki pasar obligasi baru.
  • Panda Bonds Indonesia meraih peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating berkat kinerja APBN yang kuat dan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen.
  • Bank of China menjadi penjamin utama penerbitan Panda Bonds, didukung sejumlah bank besar Tiongkok dan DBS sebagai underwriter serta co-manager.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menerbitkan surat utang bernama Panda Bonds di China pada Kamis, (23/7/2026) mendatang.

Nilai yang ditargetkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa adalah 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk tahap awal. Dia meyakini, surat utang itu akan laris-manis.

“Targetnya 1 miliar dolar, karena ini pasar baru, kita jajaki dulu, walaupun mungkin bid-nya gede sekali. Cuma kita batasin 1 miliar dolar,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Juni 2026, Selasa (21/7/2026).

1. Purbaya pamer Panda Bonds dapat rating AAA

Screenshot 2026-07-21 162826.png
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers, Selasa (21/7). Dok Tangkapan Layar Youtube Kementerian Keuangan

Purbaya mengatakan, Panda Bonds mendapatkan peringkat kredit AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating per 1 Juli 2026 lalu. Peringkat itu menurutnya diberikan melihat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang baik.

“Pertimbangan mereka kenapa memberikan AAA? Ekonomi tetap kuat di atas 6 persen, fundamental ekonomi solid, didukung skala ekonomi terbesar di Asia Tenggara,” ujar Purbaya.

Bahkan, dia mengeklaim Indonesia “jago” menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak ekonomi global.

“Terutama terhadap guncangan eksternal, kita memang jago. Ada gonjang-ganjing kita tetap kuat kan? Orang Indonesia saja yang enggak percaya, sangkanya saya nipu angkanya. Enggak, kita enggak pernah nipu angka,” tutur dia.

2. Bakal terbitkan surat utang lagi di China jika dibutuhkan

ilustrasi obligasi
ilustrasi obligasi (vecteezy.com/Anton Rysak)

Purbaya mengatakan, dengan respons positif dan besarnya pasar obligasi di China, dia akan menerbitkan surat utang lagi jika dibutuhkan.

“Nanti kalau perlu, beberapa bulan kita isu lagi dalam jumlah yang lebih besar,” kata Purbaya.

3. Bank of China jadi penjamin pelaksana

Kantor pusat Bank of China di Xidan. (N509FZ, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Kantor pusat Bank of China di Xidan. (N509FZ, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Penerbitan Panda Bonds melibatkan Bank of China (BOC) sebagai lead underwriter (penjamin pelaksana emisi efek) dan lead book runner. Kemudian, ada Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), China International Trust & Investment Corporation (CITIC), China International Capital Corporation Limited (CICC), dan DBS sebagai joint underwriters dan joint bookrunners.

Lalu, ada ABC, China Construction Bank (CCB) dan CEXIM sebagai co-managers.

“Ini semuanya gede, yang ikut co-manager, karena mereka terlambat masuk, mereka bilang ke depan mereka akan menjadi, entah jadi Underwriter juga ya. Jadi, respons dari China terhadap surat utang kita amat bagus,” kata Purbaya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More