Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RANS Siap IPO, Ada Bos Danantara-Kaesang Jadi Pemegang Saham
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS). (dok. Vidio.com)
  • PT RANS Entertainment Indonesia, milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, akan IPO di BEI bulan depan dengan kode saham RANS dan melepas 20,02 persen saham baru.
  • Struktur kepemilikan saham mencakup Raffi Ahmad sebagai pemegang mayoritas, serta tokoh seperti Dony Oskaria dari Danantara dan Kaesang Pangarep yang turut memiliki porsi saham.
  • Dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi utang, membangun wahana edukatif Cipungland, menggelar konser besar, ekspansi bisnis AI, serta akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT RANS Entertainment Indonesia akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melakukan initial public offering (IPO) bulan depan.

Perusahaan milik pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham RANS.

Dalam prospektus perusahaan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), terungkap nama-nama yang menjadi pemegang saham RANS.

1. Ada Bos Danantara dan Kaesang

Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

RANS akan melepas 2 525 miliar lembar saham baru, atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Berdasarkan prospektus, kendali atas kepemilikan saham terbesar RANS masih dipegang kuat oleh Raffi Ahmad dengan porsi mayoritas 78,68 persen, sementara Nagita Slavina mendekap kepemilikan langsung sebesar 1,24 persen.

Pemegang saham dari lini institusi terbesar ditempati oleh PT Indonesia Entertainmen Grup yang menguasai porsi sebesar 9,04 persen.

Menariknya, struktur internal perusahaan juga diperkuat oleh kombinasi nama-nama besar dari dunia bisnis hingga tokoh nasional. Di antaranya adalah Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, yang memiliki porsi 3,42 persen.

Ada juga putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dengan kepemilikan 1,14 persen. Sisa saham lainnya tersebar di beberapa pihak, seperti Soultan Ariq Rachman (3,43 persen), CEO SCTV dan Vidio.com Sutanto Hartono (1,43 persen), Hikmat Janika (0,86 persen), serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (0,76 persen).

2. Jadwal pelaksanaan IPO

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Saham RANS bakal ditawarkan kepada masyarakat luas dalam rentang harga Rp135 sampai Rp170 per lembar saham. Dengan harga penawaran tersebut, RANS berpotensi mengantongi dana segar Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar.

Proses ini akan melewati beberapa tahapan, dimulai dari masa penawaran awal (bookbuilding) pada 23–25 Juni 2026, hingga perkiraan tanggal efektif dari otoritas pasar modal pada 30 Juni 2026.

Bagi masyarakat yang tertarik, masa penawaran umum perdana dijadwalkan berlangsung dari tanggal 2 hingga 8 Juli 2026. Selanjutnya, proses berlanjut ke tahap penjatahan pada 8 Juli, distribusi saham elektronik pada 9 Juli, hingga akhirnya saham resmi diperdagangkan secara publik di BEI mulai 10 Juli 2026.

3. Bakal digunakan buat pembangunan wahana Cipungland

potret keluarga Raffi Ahmad (instagram.com/raffinagita1717)

Seluruh dana yang diperoleh dari IPO RANS akan disalurkan untuk enam alokasi. Pertama, sekitar 6,98 persen akan digunakan untuk membayar seluruh pokok utang lebih awal kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Kemudian, 18,64 persen dan akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure) atas rencana ekspansi usaha, yakni pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif dengan nama Cipungland.

Sebanyak 37,61 persen dari dana IPO akan digunakan untuk belanja operasional (operational expenditure) dalam rangka penyelenggaraan konser yang mengundang artis lokal maupun internasional, yang akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia.

Keempat sekitar 8,15 persen akan digunakan oleh Perseroan untuk membentuk suatu entitas usaha baru bersama dengan partner usaha yaitu PT Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis teknologi berbasis akal imitasi atau artificial intelligence (AI).

Kelima, 19,8 persen dana dari IPO akan digunakan untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan penyetoran

Editorial Team

Related Article