Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI terkait pembahasan program kerja Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/6/2026). (dok. Kemenpar)
Selain desa wisata, pemerataan manfaat ekonomi juga didorong melalui penyelenggaraan berbagai event daerah yang masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN). Hingga saat ini, pelaksanaan KEN di 15 provinsi tercatat melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM. Program tersebut juga menghasilkan pergerakan ekonomi lebih dari Rp45,57 miliar.
Widiyanti menilai event daerah memiliki peran penting, karena mampu menggerakkan banyak sektor ekonomi sekaligus.
“Event bukan hanya ruang promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat. Di sana ada UMKM, seniman, pekerja kreatif, komunitas, pelaku transportasi, kuliner, akomodasi, dan berbagai sektor pendukung lainnya yang ikut bergerak,” ujar dia.
Untuk memperkuat dukungan kepada daerah, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program tugas pembantuan di 38 provinsi yang mencakup pelatihan keselamatan berwisata, pembuatan konten promosi daerah, hingga dukungan penyelenggaraan event pariwisata.
Menutup paparannya, Widiyanti menegaskan, pembangunan pariwisata Indonesia harus semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Pekerjaan rumah kita masih besar. Namun arah kita jelas: pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berpihak kepada masyarakat. Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang tumbuh bersama rakyat dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” imbuh dia.