Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Kian Tertekan, Tembus Rp17.897 per Dolar AS di Awal Perdagangan

Rupiah Kian Tertekan, Tembus Rp17.897 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Lembar Rupiah Indonesia (Pixabay)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka melemah ke Rp17.897 per dolar AS, turun 58 poin atau 0,33 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Analis memprediksi rupiah masih berpotensi melemah akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia.
  • Meskipun neraca perdagangan surplus 89,1 juta dolar AS selama 72 bulan berturut-turut, sentimen pasar belum pulih karena ekspektasi kenaikan suku bunga BI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot dibuka makin lemah pada Rabu (3/6/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada pada level Rp17.897 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 58 poin atau 0,33 persen dibandingkan dengan penutupan kemarin.

1. Mata uang di kawasan Asia kompak melemah

Hingga pukul 09.13 WIB, pergerakan mata uang di Asia kompak melemah, berikut rinciannya:

  • Bath Thailand melemah 0,09 persen
  • Ringgit Malaysia melemah 0,25 persen
  • Yuan China melemah 0,05 persen
  • Rupee India melemah 0,29 persen
  • Pesso Filipina melemah 0,02 persen

2. Rupiah diprediksi tetap melemah hari ini

Analis mata uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran pasar global. Eskalasi konflik di kawasan tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan minat investor terhadap aset-aset aman (safe haven) seperti dolar AS.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS oleh eskalasi baru di timteng memicu kekuatiran akan harapan damai dan melonjakan harga minyak dunia. Range Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS," tegasnya.

3. Sentimen di pasar keuangan belum pulih

Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar meskipun Indonesia baru saja mencatatkan kinerja perdagangan yang solid dengan surplus sebesar 89,1 juta dolar AS, sekaligus memperpanjang tren surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut.

Menurutnya, sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Meski data perdagangan yang dirilis pada Selasa (2/6) menunjukkan hasil yang sangat kuat, investor asing masih cenderung menghindari Surat Berharga Negara (SBN) karena ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) ke depan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More