Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rapat di DPR, Menpar Klaim Pariwisata RI Terus Tumbuh Sepanjang 2026

Rapat di DPR, Menpar Klaim Pariwisata RI Terus Tumbuh Sepanjang 2026
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI terkait pembahasan program kerja Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/6/2026). (dok. Kemenpar)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Menpar Widiyanti melaporkan pariwisata Indonesia tumbuh positif awal 2026, dengan kunjungan wisman naik 8,24 persen dan devisa mencapai US$4,05 miliar dibanding tahun sebelumnya.
  • Kemenpar bersama BPJPH telah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata, guna memperkuat daya saing produk lokal dan kepercayaan wisatawan.
  • Program Karisma Event Nusantara (KEN) di 15 provinsi melibatkan ribuan pekerja serta UMKM, menghasilkan pergerakan ekonomi lebih dari Rp45,57 miliar dan memperkuat ekonomi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kinerja sektor pariwisata Indonesia diklaim masih menunjukkan tren positif di tengah berbagai dinamika global. Pertumbuhan sektor ini tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan atau devisa yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI terkait pembahasan program kerja Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2026, Rabu (3/6/2026).

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusniah Chalim, Menpar memaparkan capaian terbaru sektor pariwisata yang tetap bertumbuh sepanjang awal 2026.

1. Kunjungan wisman disebut tumbuh 8,24 persen pada awal 2026

Hadiri Rapat DPR, Menpar Klaim Pariwisata RI Terus Bertumbuh
Kawasan wisata Candi Prambanan, Senin (23/3/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari-April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Tak hanya itu, sektor pariwisata juga mencatatkan devisa sebesar 4,05 miliar dolar AS atau setara Rp68,28 triliun pada kuartal pertama 2026. Nilai tersebut meningkat 6,30 persen dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya.

Menurut Widiyanti, capaian tersebut harus menjadi modal untuk memperkuat dampak ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Pariwisata tidak hanya kita dorong untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, devisa, investasi, dan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Yang tidak kalah penting, pertumbuhan pariwisata harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Ekonomi pariwisata harus mengalir hingga ke desa, menggerakkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar dia.

2. Lebih dari 31 ribu UMKM Desa Wisata kantongi sertifikat halal

Hadiri Rapat DPR, Menpar Klaim Pariwisata RI Terus Bertumbuh
Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

Kementerian Pariwisata terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai instrumen pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai program dilakukan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendampingan desa wisata, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, hingga kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal untuk memperluas sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Hingga 30 Mei 2026, Kementerian Pariwisata bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, yang tersebar di 1.116 desa wisata di 34 provinsi.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap layanan pariwisata di daerah.

3. KEN jadi motor penggerak ekonomi daerah

Hadiri Rapat DPR, Menpar Klaim Pariwisata RI Terus Bertumbuh
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI terkait pembahasan program kerja Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/6/2026). (dok. Kemenpar)

Selain desa wisata, pemerataan manfaat ekonomi juga didorong melalui penyelenggaraan berbagai event daerah yang masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN). Hingga saat ini, pelaksanaan KEN di 15 provinsi tercatat melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM. Program tersebut juga menghasilkan pergerakan ekonomi lebih dari Rp45,57 miliar.

Widiyanti menilai event daerah memiliki peran penting, karena mampu menggerakkan banyak sektor ekonomi sekaligus.

“Event bukan hanya ruang promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat. Di sana ada UMKM, seniman, pekerja kreatif, komunitas, pelaku transportasi, kuliner, akomodasi, dan berbagai sektor pendukung lainnya yang ikut bergerak,” ujar dia.

Untuk memperkuat dukungan kepada daerah, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program tugas pembantuan di 38 provinsi yang mencakup pelatihan keselamatan berwisata, pembuatan konten promosi daerah, hingga dukungan penyelenggaraan event pariwisata.

Menutup paparannya, Widiyanti menegaskan, pembangunan pariwisata Indonesia harus semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Pekerjaan rumah kita masih besar. Namun arah kita jelas: pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berpihak kepada masyarakat. Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang tumbuh bersama rakyat dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” imbuh dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More