Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Babak Belur ke Rekor Terendah Rp17.966

Rupiah Babak Belur ke Rekor Terendah Rp17.966
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup melemah ke rekor terendah Rp17.966 per dolar AS, turun 0,71 persen dalam perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.
  • Penguatan dolar AS dipicu serangan Amerika ke Pulau Qeshm, Iran, serta kenaikan inflasi Mei 2026 yang mencapai 0,28 persen secara bulanan.
  • Analis memprediksi rupiah berpotensi menembus Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per dolar AS jika tren pelemahan berlanjut sepanjang Juni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali menyentuh rekor terendah sepanjang masa dalam penutupan perdagangan Rabu, (3/6/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah hingga 127,5 poin atau 0,71 persen ke Rp17.966,5 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka melemah sebesar 58 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.897 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.931 per dolar AS.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan Selasa, (2/6/2026), yang berada di level Rp17.863 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami penguatan sore ini dibandingkan pekan lalu.

2. AS kembali serang Iran

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, penguatan dolar AS terhadap rupiah sore ini didorong oleh serangan AS ke Pulau Qeshm, Iran. Pulau tersebut terletak di dekat Selat Hormuz, jalur air vital yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.

Padahal, pekan lalu Iran dan AS menyatakan kedua negara telah mencapai kesepakatan kerangka kerja sementara untuk menghentikan konflik. Meski begitu, kesepakatan tersebut belum disetujui secara resmi.

"Media Iran melaporkan, Teheran belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari, yang memicu spekulasi negosiasi telah terhenti. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan terus berlanjut dan menyatakan keyakinan kesepakatan masih dapat dicapai," ucap Ibrahim dalam keterangan resmi.

Di sisi lain, sentimen terhadap rupiah memburuk setelah inflasi Mei 2026 mencapai 0,28 persen secara bulanan (MtM), naik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13 persen.

"Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Secara tahunan Indonesia mencatatkan inflasi 3,08 persen secara tahun kalender," tutur Ibrahim.

3. Rupiah berpotensi tembus Rp19 ribu

Ibrahim memprediksi mata uang rupiah bisa menyentuh level Rp18 ribu pada perdagangan Kamis (3/6/2026). Menurut prediksinya, jika pekan ini kurs rupiah menyentuh Rp18 ribu per dolar AS, maka bulan ini kurs rupiah berpotensi terus melemah hingga level Rp19 ribu per dolar AS.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.960-18.030. Kalau pekan ini jebol Rp18 ribu, sampai akhir Juni 2026 diprediksi bisa tembus Rp19 ribu," ujar Ibrahim.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More