Comscore Tracker

Joe Biden Bakal Tunjuk Janet Yellen Jadi Menteri Keuangan AS?

Janet Yellen diisukan jadi calon Menteri Keuangan baru AS

Jakarta, IDN Times – Setelah Joe Biden memenangkan suara dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat (AS) pada awal November lalu dan dipastikan bakal menggantikan Donald Trump sebagai presiden pada Januari mendatang, nama Janet Yellen tiba-tiba mencuat. Dia digembar-gemborkan bakal menjadi Menteri Keuangan baru negara tersebut.

Isu itu ramai diberitakan media internasional, termasuk CNN. Media itu mengatakan seorang sumber yang mengetahui kabar itu telah memberi konfirmasi.

Lalu, siapakah Janet Yellen hingga dirinya diisukan sebagai calon pengganti Steven Mnuchin, menteri keuangan AS saat ini?

Baca Juga: Ini Penyebab Luhut Batal Bertemu Bos Tesla di Amerika Serikat

1. Ekonom dan Mantan Ketua Federal Reserve

Joe Biden Bakal Tunjuk Janet Yellen Jadi Menteri Keuangan AS?Janet Yellen (Wikimedia/By Central Bank of Chile - https://www.flickr.com/))

Yellen yang saat ini berusia 74 tahun adalah ekonom Amerika dan mantan ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System (The Fed), bank sentral Amerika Serikat. Dia adalah wanita pertama yang memegang jabatan itu.

Yellen telah menjabat sebagai ketua Dewan Gubernur Federal Reserve dari 2014 hingga 2018.

Jika benar-benar dipilih senat nanti, Yellen juga akan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Menteri Keuangan AS.

Saat menjabat sebagai ketua Dewan Gubernur Federal Reserve, Yellen dikenal memiliki pandangan yang sabar dalam hal menaikkan suku bunga, memberikan lebih banyak waktu bagi perekonomian untuk pulih dari Resesi Hebat atau Great Recession, dan meningkatkan lapangan kerja.

2. Profil Janet Yellen

Joe Biden Bakal Tunjuk Janet Yellen Jadi Menteri Keuangan AS?Janet Yellen (Wikimedia/By Federalreserve - _D4A3633)

Menurut Britannica, wanita bernama lengkap Janet Louise Yellen itu adalah lulusan ekonomi dari Brown University (1967) dan menerima gelar Ph.D. di bidang ekonomi dari Universitas Yale (1971). Dia kemudian menjabat sebagai asisten profesor ekonomi di Universitas Harvard hingga 1976.

Pada 1977–1978 dia bekerja sebagai ekonom untuk Dewan Gubernur Federal Reserve, dan pada 1978–1980 dia menjabat sebagai dosen di London School of Economics and Political Science. Pada 1980 Yellen bergabung dengan fakultas Haas School of Business di University of California, Berkeley, di mana dia melakukan penelitian dan mengajar makroekonomi di semua tingkatan. Ia menerima banyak penghargaan pengajaran.

Dia diangkat sebagai Profesor Bisnis dan Perdagangan Internasional Bernard T. Rocca, Jr. pada tahun 1992 dan Profesor Administrasi Bisnis dan Profesor Ekonomi Eugene E. and Catherine M. Trefethen pada tahun 1999. Dia kemudian menjadi profesor emeritus di Haas School of Business.

Pada 1994 Yellen mengambil cuti dari Berkeley untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve System, sebuah jabatan yang dia pegang hingga tahun 1997. Dia kemudian meninggalkan The Fed untuk menjadi kepala Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Bill Clinton hingga 1999. Pada saat itu dia juga mengetuai Komite Kebijakan Ekonomi dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

3. Dinominasikan Obama

Joe Biden Bakal Tunjuk Janet Yellen Jadi Menteri Keuangan AS?Dengan latar langit, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara pada reli kampanye 'drive-in' atas nama calon presiden Demokrat dan mantan wakil presidennya Joe Biden di Philadelphia, Pennvsylvania, Amerika Serikat, Rabu (21/10/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque)

Setelah memegang sejumlah jabatan, Yellen kembali ke Berkeley pada tahun 1999 dan mengajar di sana sampai 2004. Di mana setelahnya dia diangkat menjadi presiden Federal Reserve Bank San Francisco.

Dia kemudian diangkat sebagai wakil ketua Dewan Gubernur The Fed pada 2010. Tiga tahun kemudian Presiden Barack Obama menominasikannya sebagai kepala Federal Reserve System berikutnya.

4. Tanggapan investor atas isu penunjukkan Yellen sebagai menteri keuangan

Joe Biden Bakal Tunjuk Janet Yellen Jadi Menteri Keuangan AS?Janet Yellen (Wikimedia/By United States Federal Reserve - federalreserve.gov)

Jika benar dipilih sebagai menteri keuangan, maka Yellen akan dihadapkan pada tantangan untuk memimpin ekonomi Amerika Serikat keluar dari pandemik serta mempersempit jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

Namun demikian, sebagai orang yang dikenal tidak asing dengan terobosan, Yellen diyakini banyak pihak bakal mampu mengemban jabatan tersebut.

Investor juga diyakini bakal menyambut hangat penunjukkan Yellen mengingat baiknya rekam jejaknya saat memimpin The Fed.

“Janet Yellen brilian dan memiliki rekam jejak yang tidak bisa digoyahkan,” kata Greg Valliere, kepala strategi kebijakan AS di AGF Investments. “Dia tampaknya populer di semua faksi, dari pasar keuangan hingga Main Street.”

Joe Brusuelas, kepala ekonom di RSM AS juga memiliki keyakinan yang sama atas isu pemilihan Yellen sebagai menteri keuangan AS.

“Departemen Keuangan yang dipimpin Yellen akan menggunakan kekuatan fiskal Amerika Serikat untuk kembali ke lapangan kerja penuh,” katanya. "Yellen akan menjadi pilihan yang bagus karena dia berbicara tentang ekonomi secara keseluruhan.”

Baca Juga: [WANSUS] Dubes Lutfi soal Indonesia-AS di Era Trump vs Biden

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya