Comscore Tracker

Wah! Prudential-ADB Mau Beli Pabrik Batu Bara Asia lalu Menutupnya

Untuk selamatkan lingkungan dari polusi energi fosil

Jakarta, IDN Times – Perusahaan asuransi Inggris Prudential bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) berencana untuk membeli pembangkit listrik tenaga batu bara di Asia. Setelah melakukan pembelian, mereka berencana untuk menutup pabrik tersebut dalam waktu 15 tahun.

Perusahaan-perusahaan pendukung akuisisi tersebut mengatakan rencana tersebut dirancang untuk membatasi penggunaan bahan bakar fosil yang banyak menghasilkan polusi.

Mereka juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada para pekerja untuk mencari pekerjaan baru dan memberi insentif kepada negara-negara untuk berinvestasi dalam alternatif energi bersih.

Baca Juga: ADB Kucurkan Hibah Rp47,3 Miliar Bagi Indonesia Lawan COVID-19

1. Telah ada pembicaraan yang menjanjikan

Wah! Prudential-ADB Mau Beli Pabrik Batu Bara Asia lalu MenutupnyaIlustrasi tongkang mengangkut batu bara (IDN Times/Yuda Almerio)

Menurut The Guardian pada Selasa (3/8/2021), telah ada pembicaraan awal yang “menjanjikan” dengan pemerintah Asia dan bank-bank multilateral tentang program yang dikenal sebagai “mekanisme transisi energi (ETM)” tersebut.

Adapun bank-bank yang mendukung rencana itu mencakup kelompok perbankan HSBC, Citi dan BlackRock Real Assets.

“Mekanisme yang didanai dengan baik seperti ETM dapat membantu negara-negara berkembang membuat kemajuan besar dalam tujuan iklim dalam 10-15 tahun ke depan, tidak perlu menunda hingga pertengahan abad,” kata Don Kanak, ketua Prudential Insurance Growth Markets.

2. Diharapkan mampu mempercepat peralihan ke energi terbarukan

Wah! Prudential-ADB Mau Beli Pabrik Batu Bara Asia lalu MenutupnyaTambang batu bara ilegal (IDN Time/Ervan)

Kanak lebih lanjut mengatakan bahwa dunia tidak mungkin mencapai target iklim Paris kecuali ada pihak yang mempercepat penghentian dan mempercepat penggantian listrik berbahan bakar batu bara yang ada menjadi energi terbarukan.

“Ini terutama [benar] di Asia, di mana armada batu bara yang ada saat ini besar dan muda dan akan beroperasi selama beberapa dekade. Itulah mengapa kami menyusun mekanisme transisi energi dan bekerja sama dengan ADB dan pihak lain untuk memvalidasi kelayakannya,” katanya.

Kanak menambahkan bahwa kerangka tersebut telah dipresentasikan kepada menteri keuangan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) Asia Tenggara, Komisi Eropa dan pejabat pembangunan Eropa.

Baca Juga: PLN Ajak Warga Ende Sulap Limbah Batu Bara Jadi Bahan Bangunan

3. Tanggapan presiden COP26 PBB

Wah! Prudential-ADB Mau Beli Pabrik Batu Bara Asia lalu MenutupnyaBekas galian tambang batu bara ilegal di Waduk Samboja, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. IDN Times/Surya Aditya

Prudential dan ADB berharap model rencana tersebut bisa siap untuk konferensi iklim COP26 PBB, yang akan diadakan di Glasgow pada November mendatang.

Menanggapi ini, Alok Sharma, mantan sekretaris bisnis Inggris dan sekarang ditunjuk sebagai presiden COP26, mengatakan dia akan menjadikan ini sebagai prioritas pribadi. Ia sangat bersemangat menghentikan penggunaan batu bara karena telah memicu krisis iklim dengan menyumbang sekitar seperlima dari emisi gas rumah kaca dunia.

UN Climate Change Conference of the Parties ke-26 atau COP26 akan digelar pada 1-12 November 2021 di Glasgow, Skotlandia, Inggris Raya. Konferensi tersebut merupakan perhelatan akbar yang menemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menangani krisis lingkungan dan pemanasan global.

Lebih dari 190 pemimpin dunia akan hadir untuk meramaikan acara tersebut. Secara umum, tujuan COP26 adalah merealisasikan Paris Agreement yang disepakati pada 2015 silam, yaitu menahan laju peningkatan temperatur global di bawah 2 derajat celcius.

Lebih khusus, COP26 juga bertujuan untuk mendesain strategi adaptasi di tengah perubahan iklim, memobilisasi keuangan hingga 100 miliar dolar untuk program perubahan iklim global, dan merancang strategi kolaborasi antara berbagai sektor dalam menghadapi isu ini.

Baca Juga: Miliki 1.940 Agen, Prudential Peringkat Pertama MDRT Indonesia

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya