Rekor Makanan Hewan Halal di IIPE 2026 Bukti Geliat Pasar Pet Care
IIPE 2026 mencatat kehadiran 78 ribu pengunjung selama tiga hari di ICE BSD City, Tangerang.
Rekor penjualan 7.172 kantong makanan kucing bersertifikat halal memperlihatkan ceruk pasar pet care lokal.
Pameran menggabungkan bisnis, edukasi satwa, hiburan keluarga, dan perhatian terhadap kesejahteraan hewan.
Tangerang, IDN Times — Pameran hewan peliharaan terbesar di Tanah Air, Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, resmi menutup perhelatannya di ICE BSD City, Tangerang, dengan catatan spektakuler pada awal September lalu. Kehadiran 78 ribu pengunjung yang memadati area pameran selama tiga hari menjadi sinyal kuat adanya pergeseran tren di tengah masyarakat.
Hewan kesayangan kini tidak lagi sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis bagi ekosistem industri bernilai tinggi yang menggerakkan roda ekonomi modern.
1. Potensi Pasar Makanan Hewan Halal di Indonesia
Pameran hewan peliharaan terbesar di Tanah Air, Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, resmi menutup perhelatannya di ICE BSD City, Tangerang Di tengah riuhnya transaksi dan pameran teknologi perawatan hewan, sebuah pencapaian historis berskala global tercipta melalui pemecahan Guinness World Records untuk kategori penjualan makanan hewan peliharaan bersertifikat halal terbanyak dalam delapan jam. Sebanyak 7.172 kantong makanan kucing dari jenama lokal seperti Evopet, Lifecat, dan Biocat ludes terjual.
Sertifikasi rekor yang diserahkan langsung oleh adjudikator Guinness World Records, Austin Johnson, kepada Founder EVO Group membuktikan bahwa pelaku industri lokal mulai merespons ceruk pasar spesifik secara serius. Konsep produk halal bagi hewan peliharaan memecahkan hambatan kultural di negara mayoritas muslim, memberikan rasa aman bagi konsumen, sekaligus menaikkan daya tawar produk dalam negeri untuk bersaing di pasar ekspor masa depan. Hal ini merupakan [ruang tautan internal: baca juga tren ekspor industri halal nasional] lompatan inovasi yang memperluas batas tradisional industri perawatan hewan.
2. Transformasi Hobi Menjadi Ekosistem Bisnis Raksasa
Pameran hewan peliharaan terbesar di Tanah Air, Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, resmi menutup perhelatannya di ICE BSD City, Tangerang Kehadiran Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso di area pameran memvalidasi besarnya perputaran kapital di sektor ini. IIPE 2026 telah meleburkan batas antara platform pertukaran bisnis (B2B) dan ritel konsumen (B2C). Produsen makanan, pengembang teknologi kesehatan hewan, hingga distributor aksesori saling berlomba menawarkan inovasi.
Keterlibatan selebritas dan pembuat konten terkemuka, mulai dari Denny Sumargo, Fuji, hingga Inul Daratista, turut mengamplifikasi fenomena pet parenting. Figur publik ini tidak hanya hadir sebagai penarik massa, namun mencerminkan gaya hidup urban di mana hewan peliharaan dianggap sebagai bagian integral dari keluarga yang berhak mendapatkan fasilitas kesehatan dan perawatan premium. Ekosistem ini perlahan membentuk standar baru bagi kepemilikan hewan yang lebih bertanggung jawab secara finansial maupun moral.
3. Inovasi Hiburan dan Edukasi Satwa untuk Keluarga
Pameran hewan peliharaan terbesar di Tanah Air, Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, resmi menutup perhelatannya di ICE BSD City, Tangerang Melampaui urusan komersial, pameran ini merancang pengalaman ruang publik yang edukatif bagi masyarakat perkotaan. Kehadiran fasilitas seperti Indoor Zoo D’Otentik menawarkan interaksi langsung yang aman dengan berbagai fauna eksotis, memberikan ruang pembelajaran konservasi dini bagi keluarga.
Setiap zona dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan spesifik komunitas. Pengunjung dapat menyaksikan demonstrasi ketangkasan dari unit K9 Polri di area anjing, atau mengikuti kompetisi perawatan kucing bertaraf internasional. Antusiasme akar rumput ini paling nyata terlihat pada gelaran jalan sehat bersama hewan peliharaan yang diikuti ratusan peserta, mengubah jalanan kawasan BSD menjadi ruang publik inklusif yang ramah satwa.
4. Masa Depan Kesejahteraan Hewan dan Daya Saing Global
Pameran hewan peliharaan terbesar di Tanah Air, Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, resmi menutup perhelatannya di ICE BSD City, Tangerang Memasuki usia satu dekade, infrastruktur industri hewan peliharaan di Indonesia sedang bersiap untuk melangkah keluar dari fase fundamental menuju ekspansi internasional. Pertumbuhan angka pengunjung yang masif harus diimbangi dengan regulasi dan standar etika bisnis yang berpihak pada hak-hak satwa.
Founder & Director PT Temali Indonesia, Didit Siswodwiatmoko, menegaskan bahwa orientasi bisnis industri ini tidak boleh melepaskan tanggung jawab moral. Keberhasilan membangun fondasi selama satu dekade terakhir harus dilanjutkan dengan langkah nyata menuju tatanan industri yang lebih bermakna.
"Kita ingin melihat industri pet Indonesia menjadi semakin profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan memiliki daya saing internasional. Industri yang tidak hanya kuat secara bisnis, tapi juga memiliki kepedulian yang semakin tinggi terhadap animal welfare," ujar Didit.
Pernyataan tersebut menjadi benang merah bagi seluruh pemangku kepentingan. Lonjakan pasar tidak hanya diukur dari seberapa banyak produk yang terjual atau rekor yang dipecahkan, melainkan seberapa jauh industri mampu mengedukasi masyarakat tentang kesejahteraan satwa. IIPE 2026 telah membuktikan bahwa pasar nasional siap untuk ekosistem yang lebih matang, menuntut setiap jenama dan pemilik hewan peliharaan untuk naik kelas menyambut standar global.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















