Jakarta, IDN Times - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana menyoroti rencana perubahan kebijakan cukai rokok yang dikhawatirkan berisiko meningkatkan paparan rokok pada kelompok rentan, terutama anak-anak dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul wacana penambahan lapisan (layer) baru dalam struktur tarif cukai hasil tembakau untuk sigaret kretek mesin (SKM 3). Sebelumnya, ada pula usulan menaikkan batas produksi bagi pabrikan yang berada pada golongan tarif rendah.
“Rencana kebijakan ini merupakan langkah mundur. Kebijakan ini justru membuat kelompok konsumen rentan seperti anak-anak dan masyarakat ekonomi bawah semakin berisiko terpapar rokok,” kata dia pada Rabu (23/9/2026).
