Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Revamping Ammonia Pabrik-2, Pupuk Kaltim Pangkas Biaya Rp228 Miliar
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil meningkatkan efisiensi energi sekaligus kapasitas produksi Ammonia Pabrik-2. (Dok/Istimewa).

Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil meningkatkan efisiensi energi sekaligus kapasitas produksi Ammonia Pabrik-2 setelah melakukan proyek revamping bersama Casale SA.

Atas capaian tersebut, Pupuk Kaltim dan Casale SA menandatangani Joint Declaration sebagai bentuk pengakuan bahwa proyek revamping telah memenuhi target kinerja yang disepakati kedua pihak. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono dan Chief Executive Officer Casale SA Federico Zardi di Lugano, Swiss, pada 6 Oktober 2026.

(Naik jam 8.30).

1. Pabrik Amonia Pupuk Kaltim makin efisien, biaya produksi turun

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil meningkatkan efisiensi energi sekaligus kapasitas produksi Ammonia Pabrik-2. (Dok/Istimewa).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, proyek revamping membuat Ammonia Pabrik-2 yang telah beroperasi sejak 1984 mampu menggunakan energi lebih rendah dengan produksi amonia yang lebih tinggi.

"Capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk selalu menerapkan operational excellence. Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional," kata Rafli dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2026).

2. Pupuk Kaltim hemat Rp228 Miliar dari revamping pabrik amonia

Dok. Pupuk Kaltim

Ia menjelaskan dalam uji kinerja selama 168 jam atau tujuh hari berturut-turut pada Agustus 2026, konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun lebih dari 10 persen. Pada saat yang sama, kapasitas produksi amonia harian meningkat 4,18 persen.

Lebih rinci, konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun dari 39,28 MMBTU menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Artinya, terjadi penghematan sebesar 4,03 MMBTU per ton, melampaui target minimal penghematan sebesar 4,00 MMBTU per ton.

Efisiensi tersebut diproyeksikan menekan biaya produksi hingga 14,3 juta dolar AS atau sekitar Rp228 miliar per tahun.

"Selain efisiensi energi, kapasitas produksi amonia juga meningkat. Rata-rata produksi Ammonia Pabrik-2 kini mencapai 1.841 ton per hari, naik 4,18 persen dibandingkan kapasitas sebelumnya yang sebesar 1.767 ton per hari," tegasnya.

Peningkatan produksi tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea Pupuk Kaltim.

Adapun proyek revamping mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system, serta integrasi Distributed Control System (DCS).

Proyek ini juga diproyeksikan mendukung upaya dekarbonisasi Pupuk Kaltim dengan menurunkan emisi sekitar 110.000 ton CO2 per tahun.

3. Revamping dapat meningkatkan kinerja fasilitas lama tanpa harus membangun pabrik baru

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dengan sejumlah kiat yang dilaksanakan untuk menjaga dan meningkatkan kontribusi dalam mengurangi penipisan ozon. (Dok. Pupuk Kaltim)

Rafli mengatakan, setelah proyek revamping selesai, tantangan berikutnya adalah menjaga keandalan operasional pabrik agar peningkatan efisiensi dan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Tugas kami berikutnya adalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi," ujarnya.

Sementara itu, CEO Casale SA Federico Zardi mengatakan kerja sama dengan Pupuk Kaltim menunjukkan bahwa revamping dapat meningkatkan kinerja fasilitas lama tanpa harus membangun pabrik baru.

Casale SA merupakan perusahaan berbasis di Lugano, Swiss, yang bergerak di bidang lisensi teknologi, rekayasa, dan konstruksi untuk fasilitas produksi amonia, urea, metanol, dan pupuk lainnya.

Melalui proyek revamping, teknologi dan peralatan pada fasilitas yang sudah ada diperbarui secara terarah dengan tetap mempertahankan sebagian besar infrastruktur awal.

"Kami ingin membangun pendekatan kolaborasi, bukan sekadar hubungan klien dan pelanggan, agar tujuan dapat dicapai bersama, seperti dalam proyek ini," kata Zardi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article