Penebusan Pupuk Subsidi 69 Persen, Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi

Pupuk Indonesia mencatat penebusan pupuk subsidi 6,77 juta ton hingga 23 September 2026, setara 69 persen dari total alokasi tahun ini.
Sistem i-Pubers dan Command Center memantau stok serta penebusan real time, memungkinkan penyesuaian distribusi dan realokasi pupuk antarwilayah saat permintaan meningkat.
Penurunan HET pupuk subsidi hingga 20 persen sejak Oktober 2025 didukung revitalisasi pabrik, sementara i-Pubers memudahkan petani menebus pupuk cukup dengan KTP.
Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat realisasi penebusan pupuk subsidi mencapai 6,77 juta ton hingga 23 September 2026. Jumlah tersebut setara 69 persen dari total alokasi pupuk subsidi sepanjang 2026.
Perusahaan memanfaatkan sistem digital i-Pubers dan Command Center untuk memantau penebusan serta kondisi stok secara real time hingga tingkat kios.
1. Kemudahan akses pupuk menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung petani

Aplikasi iPubers/Screenshot Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, kemudahan akses pupuk menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung petani.
“Memastikan pupuk tersedia, mudah ditebus, dan terjangkau merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir bersama petani,” kata Rahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (25/9/2026).
Dengan sistem tersebut, Pupuk Indonesia dapat melakukan penyesuaian distribusi dan realokasi stok antarwilayah sesuai kebutuhan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pupuk, terutama ketika permintaan meningkat di suatu daerah.
2. Penurunan HET pupuk didukung program revitalisasi pabrik

Pabrik pupuk milik Pupuk Indonesia. (Foto: PT Pupuk Indonesia) Ketersediaan pupuk tersebut juga didukung infrastruktur logistik terintegrasi milik Pupuk Indonesia, mulai dari pelabuhan, armada kapal hingga jaringan gudang. Infrastruktur ini memungkinkan perusahaan melakukan rekonfigurasi dan realokasi stok antarwilayah.
Di sisi harga, Pupuk Indonesia juga menyoroti penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak Oktober 2025.
"Penurunan HET tersebut didukung program revitalisasi pabrik untuk meningkatkan efisiensi produksi," jelasnya.
Rahmad mengatakan Pupuk Indonesia akan terus memperkuat ketersediaan, distribusi, dan kemudahan akses pupuk bagi petani.
“Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa petani adalah bagian penting dari perjalanan Pupuk Indonesia,” kata Rahmad.
3. Proses penebusan pupuk makin mudah lewat i-Pubers

Kios pupuk bersubsidi. (dok. Pupuk Indonesia) Selain memastikan ketersediaan, Pupuk Indonesia juga memberikan kemudahan dalam proses penebusan. Melalui i-Pubers, petani dapat menebus pupuk subsidi dengan menggunakan KTP.
Doni, petani dari Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengatakan proses penebusan pupuk kini lebih mudah dan cepat. Menurut dia, petani juga dapat kembali memperoleh pupuk dari kios ketika membutuhkan tambahan pasokan.
“Penebusan pupuk dengan i-Pubers sekarang lebih mudah, cukup bawa KTP dan lebih cepat dibandingkan dulu,” ujarnya.
Ketua Gapoktan Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Ma'ruf Arianto mengatakan penurunan harga pupuk subsidi membantu mengurangi biaya pemupukan petani.
Selain pupuk, Pupuk Indonesia juga memperkuat ekosistem pertanian melalui program Agrosolution, Rembuk Tani, dan TAJUMASE. Program tersebut mencakup pendampingan budidaya hingga akses pembiayaan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















