Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Rusia

- PT Pupuk Indonesia menandatangani studi bersama untuk mengkaji potensi investasi pabrik urea di Vladivostok, Rusia.
- Rosan menilai kinerja Pupuk Indonesia membaik dan lebih efisien, sehingga berpotensi berinvestasi bersama Ruschem.
- Penjajakan ini dikaitkan dengan penguatan ketahanan pangan nasional serta perluasan ekspansi global Pupuk Indonesia.
Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian studi bersama (joint study) untuk mengkaji potensi investasi pabrik urea di Vladivostok, Rusia. Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.
"Saya bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia. Kami baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea, ya," kata Rosan, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/9/2026).
1. Sejalan dengan kinerja Pupuk Indonesia yang dinilai makin efisien

Petugas mobil uji tanah dari Pupuk Indonesia saat mengambil sampel tanah sawah petani di Tulungagung. IDN Times/Bramanta Pamungkas Rosan mengatakan kinerja Pupuk Indonesia terus membaik dan semakin efisien. Kondisi tersebut membuat perusahaan memiliki potensi besar untuk berinvestasi di Vladivostok bersama perusahaan Rusia, Ruschem.
"Dan diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga sektor ketahanan pangan dan industri kita," ujar Rosan.
2. Pupuk Indonesia didorong perluas ekspansi global

Aktivitas di gudang PT Pupuk Indonesia (Persero) Serdang Bedagai (Dok. IDN Times) Sementara, Rahmad mengatakan penandatanganan perjanjian studi bersama dilakukan sesuai arahan Danantara agar perusahaan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan memperluas ekspansi global.
"Jadi, tadi sebagaimana sudah disampaikan sesuai dengan arahan dari Danantara untuk Pupuk Indonesia bisa semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan juga memperluas ekspansi global," ujar Rahmad.
3. Vladivostok dekat pasar utama Pupuk Indonesia

Seorang pekerja di pabrik PT Pupuk Indonesia sedang mengemas karung pupuk di lini produksi. (Dok. Pupuk Indonesia) Rahmad mengatakan posisi Vladivostok menjadi salah satu hal yang menarik dalam penjajakan tersebut. Vladivostok menghadap ke Pasifik, yang selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
"Ini menjadi menarik karena Vladivostok menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," kata dia.
Penjajakan investasi tersebut menjadi bagian dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis (3/9/2026). Pertemuan itu membahas sejumlah peluang kerja sama untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara, mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, pertahanan, investasi, hingga perkapalan.



















