Jakarta, IDN Times - Revenge spending atau belanja balas dendam menggambarkan kenaikan pengeluaran konsumen secara bertahap setelah terjadi peristiwa ekonomi buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dilansir Corporate Finance Institute, revenge spending muncul ketika masyarakat mulai kembali membelanjakan uang setelah sebelumnya mengurangi pengeluaran. Sederhananya, itu merupakan dorongan untuk mengeluarkan uang demi mengganti kesempatan yang sempat hilang.
