Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Uang Pecahan Kecil Lebih Gampang Dibelanjakan? Ini Alasannya

2 min read
Kenapa Uang Pecahan Kecil Lebih Gampang Dibelanjakan? Ini Alasannya
Ilustrasi uang baru. IDN Times/Dok. Zainul Arifin
  • Denomination effect membuat bentuk pecahan uang memengaruhi keputusan seseorang saat membelanjakan uang.

  • Uang Rp100 ribu dalam satu lembar dapat terasa lebih besar dibandingkan total sama dalam beberapa lembar Rp10 ribu.

  • Pecahan kecil dapat terasa lebih ringan digunakan untuk pengeluaran kecil, meski nilai total uang tidak berubah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pernah merasa lebih sayang mengeluarkan uang Rp100 ribu dibandingkan beberapa lembar uang Rp10 ribu, meski nilainya sama? Perbedaan bentuk pecahan uang ternyata dapat memengaruhi cara seseorang membelanjakan uangnya.

Fenomena tersebut dikenal sebagai denomination effect. Istilah ini merujuk pada kecenderungan seseorang untuk lebih enggan membelanjakan uang dalam pecahan besar dibandingkan uang dengan nilai yang sama tetapi terdiri dari beberapa pecahan kecil.

  1. 1. Apa itu denomination effect?

    Ilustrasi uang (IDN Times/Lia Hutasoit)
    Ilustrasi uang (IDN Times/Lia Hutasoit)

    Denomination effect merupakan fenomena dalam perilaku keuangan ketika nominal atau pecahan uang memengaruhi keputusan seseorang untuk membelanjakannya.

    Sebagai contoh, seseorang mungkin lebih berhati-hati ketika memiliki satu lembar uang Rp100 ribu. Namun, ketika uang yang sama berada dalam bentuk 10 lembar Rp10 ribu, uang tersebut dapat terasa lebih mudah untuk dibelanjakan sedikit demi sedikit.

    Padahal, total uang yang dimiliki tetap Rp100 ribu. Fenomena ini menunjukkan manusia tidak selalu memperlakukan uang berdasarkan nilai nominalnya saja. Bentuk pecahan uang juga dapat memengaruhi persepsi terhadap pengeluaran.

  2. 2. Alasan uang pecahan besar terasa lebih sayang dibelanjakan

    Ilustrasi uang. IDN Times/Zainul Arifin
    Ilustrasi uang. IDN Times/Zainul Arifin

    Salah satu penjelasan yang digunakan dalam penelitian mengenai denomination effect adalah pecahan besar membuat seseorang lebih menyadari nilai uang yang akan dikeluarkan.

    Ketika membayar menggunakan satu lembar Rp100 ribu, pengeluaran tersebut terlihat sebagai satu keputusan besar. Sebaliknya, menggunakan uang Rp10 ribu sebanyak beberapa kali dapat membuat setiap transaksi terasa lebih kecil. Akibatnya, uang dalam pecahan kecil lebih mudah digunakan untuk pembelian-pembelian yang nilainya relatif rendah.

    Efek tersebut berkaitan dengan cara manusia mempersepsikan pengeluaran. Nilai total uang sebenarnya tidak berubah, tetapi cara uang tersebut dibagi dalam pecahan dapat memengaruhi keputusan belanja.

  3. 3. Contohnya dekat dengan kehidupan sehari-hari

    Ilustrasi Uang (IDN Times/Lia Hutasoit)
    Ilustrasi Uang (IDN Times/Lia Hutasoit)

    Denomination effect dapat muncul dalam berbagai situasi, termasuk ketika seseorang menerima uang tunai dalam pecahan tertentu. Misalnya, seseorang membawa selembar Rp100 ribu untuk kebutuhan tertentu. Dia mungkin menahan diri untuk menggunakan uang tersebut karena merasa harus mengeluarkan nominal besar.

    Namun, jika uang Rp100 ribu itu ditukar menjadi pecahan Rp10 ribu, pengeluaran Rp10 ribu untuk kopi, makanan ringan, ongkos, atau kebutuhan kecil lainnya dapat terasa lebih ringan.

    Hal serupa dapat terjadi ketika seseorang menerima uang dalam bentuk cashback, uang kembalian, atau pecahan kecil lainnya. Uang tersebut dapat dipersepsikan sebagai dana yang lebih mudah digunakan, meskipun tetap merupakan bagian dari total uang yang dimiliki.

    Memahami denomination effect penting karena keputusan keuangan sehari-hari tidak hanya dipengaruhi oleh berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga bagaimana uang tersebut dipersepsikan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More