Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rugi Indofarma Susut 76,7 Persen Sepanjang 2025, Jadi Rp77,9 Miliar
Pusat produksi PT Indofarma Tbk (INAF). (dok. Indofarma)
  • Indofarma mencatat rugi Rp77,9 miliar sepanjang 2025, turun 76,7 persen dari tahun sebelumnya berkat efisiensi operasional dan penurunan beban administrasi.
  • Penjualan bersih mencapai Rp151,5 miliar dengan dominasi produk ethical sebesar 87,18 persen serta ekspor tumbuh 11,9 persen hingga menyumbang hampir 11 persen total pendapatan.
  • Pada 2026, perusahaan fokus melanjutkan transformasi lewat strategi Lean Manufacturing dan optimalisasi lini produksi untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan rugi periode berjalan pada tahun lalu. Tercatat kerugian perusahaan sebesar Rp77,9 miliar sepanjang 2025.

Angka tersebut menyusut hingga 76,7 persen dibandingkan rugi bersih sepanjang 2024 yang senilai Rp334,5 miliar.

1. Ekuitas negatif menurun

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Perbaikan tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban umum dan administrasi sebesar 55,2 persen, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan pendapatan lain-lain. Dari sisi struktur keuangan, Indofarma yang sebelumnya mencatatkan defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar Rp1,14 triliun, turun 58 persen menjadi Rp707 miliar pada 2025.

"Berbagai langkah efisiensi dan optimalisasi yang kami lakukan telah menghasilkan perbaikan kinerja yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Direktur Utama PT Indofarma (Persero) Tbk, Sahat Sihombing dikutip dari keterangan resmi, Minggu (28/6/2026).

2. Catatkan penjualan Rp151,5 miliar

Direktur Finance, Risk Management & Human Capital PT Indofarma, Sahat Sihombing. (IDN Times/Larasati Rey)

Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp151,5 miliar. Perusahaan mencatatkan pendapatan produk ethical senilai Rp132,12 miliar. Angka tersebut mencakup 87,18 persen dari total pendapatan pada 2025. Kemudian, penjualan dari produk alat kesehatan (alkes) dan lainnya mencapai Rp2,8 miliar, mencakup 1,84 persen dari total pendapatan.

Indofarma juga melakukan ekspor produk over the counter (OTC) dan Obat Generik Berlogo (OGB), serta alkes senilai Rp16,65 miliar, yang mencakup 10,98 persen dari total penjualan di 2025. Adapun pertumbuhan penjualan ekspor mencapai 11,9 persen.

Indofarma juga mengantongi 29 sertifikasi dari berbagai lembaga yang mencakup standar mutu, keamanan, dan kepatuhan Nasional dan internasional sepanjang 2025, dan telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) obat untuk berbagai kelas terapi. Hal itu dilihat sebagai modal penting dalam mendukung pengembangan portofolio di masa mendatang serta terus berkontribusi dalam ketahanan Kesehatan Nasional.

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri, Perseroan tetap fokus menjalankan transformasi secara disiplin dan terukur,” tutur Sahat.

3. Bakal genjot produktivitas

Kantor PT Indofarma Tbk (INAF). (dok. Indofarma)

Di 2026 ini, Indofarma akan melanjutkan agenda perbaikan kinerja melalui implementasi strategi Lean Manufacturing, re-balancing product portofolio, serta optimalisasi fasilitas produksi khususnya pada lini produk steril dan obat bahan alam.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Perseroan optimistis dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Editorial Team

Related Article