Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Dibuka Masih Lesu ke Rp18.046 per Dolar AS

1 min read
Rupiah Dibuka Masih Lesu ke Rp18.046 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka melemah 11 poin atau 0,19 persen ke level Rp18.046 per dolar AS pada perdagangan spot Senin pagi.
  • Mayoritas mata uang Asia turut melemah, termasuk baht Thailand, peso Filipina, dan dolar Taiwan.
  • Analis memperkirakan rupiah tetap tertekan oleh kenaikan harga minyak serta konflik global, meski sanksi OJK dan hearing BEI berpotensi memulihkan kepercayaan pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada Senin (19/8/2026) pagi. Mata uang Garuda dibuka melemah pada level Rp18.046 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 11 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan kemarin.

  1. 1. Daftar pergerakan mata uang di Asia

    Mayoritas mata uang di Asia terpantau melemah, dengan rincian sebagai berikut:

    Bath Thailand melemah 0,03 persen

    Pesso Filipina melemah 0,13 persen

    Dolar Taiwan melemah 0,11 persen

  2. 2. Rupiah masih akan tertekan hingga sore nanti

    Analis Pasar Uang Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan hari ini.

    "Tekanan berasal dari faktor internal dan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina," tegasnya.

  3. 3. Sanksi dari OJK bisa bantu pulihkan kepercayaan pasar

    Di sisi domestik, sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta proses dengar pendapat (hearing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pelaku pasar. Namun, sentimen tersebut dinilai belum cukup untuk meredakan tekanan terhadap rupiah.

    "Di tengah sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.950–Rp18.100 per dolar AS," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More