Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.965 per Dolar AS
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Rupiah dibuka menguat ke Rp17.965 per dolar AS, naik 21 poin atau 0,12 persen dibanding penutupan sebelumnya menurut data Bloomberg.
  • Analis memprediksi rupiah berpotensi melemah karena penguatan dolar AS dipicu pernyataan hawkish pejabat The Fed dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • Tekanan terhadap rupiah diperkirakan terbatas berkat sentimen positif domestik setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (17/7/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.965 per dolar AS atau menguat 21 poin (0,12 persen) dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.


1. Pergerakan mata uang uang di Asia pagi ini

Daftar pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas bergerak variatif, rinciannya:

  • Pesso Filipina menguat 0,04 persen

  • Won Korea menguat 0,18 persen

  • Bath Thailand melemah 0,12 persen

  • Ringgit Malaysia melemah 0,18 persen

  • Yuan China melemah 0,04 persen

2. Faktor penyebab rupiah diperkirakan melemah hari ini

Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Penguatan dolar AS dipicu oleh pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed), yang kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Rebound dolar AS juga didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penguatan aset safe haven. Di saat yang sama, sentimen risk off di pasar global semakin menguat seiring aksi jual saham-saham teknologi.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh pernyataan hawkish pejabat-pejabat The Fed semalam dan eskalasi di Timur Tengah serta sentimen risk off di pasar ekuitas dari aksi jual saham teknologi," ujar Lukman, Jumat (17/7/2026).

3. Tekanan terhadap rupiah diproyeksi tidak terlalu dalam

Meski demikian, menurut dia, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak akan terlalu dalam. Sentimen domestik masih cukup positif setelah lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia, sehingga memberikan kepercayaan bagi investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

"Sentimen domestik sendiri masih cukup positif pascapenetapan rating kredit oleh S&P yang masih mendukung rupiah sehingga akan membatasi pelemahan," katanya.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article