Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Penguatan dolar AS dipicu oleh pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed), yang kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Rebound dolar AS juga didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penguatan aset safe haven. Di saat yang sama, sentimen risk off di pasar global semakin menguat seiring aksi jual saham-saham teknologi.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound oleh pernyataan hawkish pejabat-pejabat The Fed semalam dan eskalasi di Timur Tengah serta sentimen risk off di pasar ekuitas dari aksi jual saham teknologi," ujar Lukman, Jumat (17/7/2026).