Rasa Group Genjot Ekspansi Global, Incar Timur Tengah hingga AS

- Rasa Group memperluas bisnis F&B ke pasar global dengan fokus mengekspor brand lokal, bukan sekadar produk, menargetkan Timur Tengah, Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
- Peluncuran House of Rasa di PIK 2 menjadi pusat inovasi dan kolaborasi industri F&B yang berfungsi sebagai pintu ekspansi ke berbagai negara baru.
- Kemenparekraf menegaskan subsektor kuliner berkontribusi sekitar 41 persen pada 2025 dan mendorong penguatan brand lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan food and beverage (F&B) asal Indonesia, PT Multi Citra Rasa (Rasa Group), memperluas langkah bisnisnya ke pasar internasional. Namun, strategi yang dipilih bukan sekedar meningkatkan ekspor produk food and beverage (F&B), melainkan membawa identitas brand lokal agar mampu bersaing dan dikenal di pasar global.
Langkah tersebut diperkuat melalui peluncuran House of Rasa di PIK 2, Tangerang, yang dirancang sebagai pusat inovasi dan kolaborasi industri F&B. Melalui fasilitas ini, Rasa Group membidik perluasan pasar ke Timur Tengah, Australia, Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat. Berikut tiga strategi yang disiapkan perusahaan untuk memperkuat ekspansi brand lokal Indonesia ke pasar dunia.
1. Ekspor brand Indonesia ke pasar dunia

CEO Rasa Group, Sherley Ruslie, mengatakan strategi tersebut menjadi pembeda perusahaan dibanding eksportir pada umumnya. "Yang Rasa Group lakukan kami bukan mengekspor komoditi, yang kami lakukan adalah kami mengekspor brand," ujar Sherley dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Rasa Group menargetkan perluasan pasar ke Timur Tengah, Australia, Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat setelah sebelumnya memperkuat distribusi di Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Kamboja. Strategi tersebut dilakukan dengan membangun kehadiran brand Indonesia di pasar internasional, bukan hanya meningkatkan volume ekspor produk.
Salah satu brand yang telah dipasarkan ke luar negeri adalah sirup Dripp yang kini telah masuk ke Thailand dan Filipina dengan pengiriman mencapai belasan kontainer setiap bulan di masing-masing negara. Selain itu, produk kopi milik Rasa Group juga telah diekspor ke China dan kembali diperkenalkan melalui House of Rasa untuk memperkuat pasar domestik sekaligus internasional.
2. House of Rasa jadi pintu ekspansi ke Timur Tengah hingga Amerika Serikat

Sebagai bagian dari strategi ekspansi global, Rasa Group meresmikan House of Rasa di PIK 2, Tangerang. Fasilitas ini tidak hanya menjadi kantor pusat perusahaan, tetapi juga berfungsi sebagai Innovation & Collaboration Hub yang mempertemukan pelaku industri F&B dalam satu ekosistem. Di dalamnya tersedia Beverage Lab, Culinary Lab, Coffee Experience Center, Training Center, hingga ruang kolaborasi untuk mendukung pengembangan produk dan jejaring bisnis.
Sherley mengatakan kehadiran House of Rasa menjadi langkah penting untuk membuka peluang kerja sama dan distribusi ke berbagai negara baru. "Dengan dibukanya Flagship House of Rasa ini mengizinkan kami membuka pintu ke internasional lainnya seperti Middle East, USA market, Australia market, Korea, Jepang, dan lain-lain," katanya.
3. Subsektor kuliner punya kontribusi sekitar 41 persen pada 2025

Direktur Kriya, Kuliner, Desain, dan Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, mengatakan Indonesia perlu memperkuat hilirisasi agar tidak hanya menjadi pasar bagi merek asing, tetapi juga mampu menghadirkan brand lokal bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional.
"Kami mendorong adanya hilirisasi produk lokal. Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi merek asing, tetapi juga menjadi pemain utama di tingkat regional maupun global sebagai produk bernilai tambah tinggi yang memiliki brand yang kuat," ujar Yuke.
Ia menambahkan, subsektor kuliner masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional dengan kontribusi sekitar 41 persen pada 2025. Menurutnya, penguatan brand lokal menjadi salah satu kunci agar industri F&B Indonesia mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk di tingkat global.







![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang dari Berbagai Negara, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241107/live-richer-ryq-gmdshhe-unsplash-fb4c605abf3a13e72dd29773febae8af.jpg)






![[QUIZ] Pilih Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)






