Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 44,50 poin atau 0,25 persen dari sehari sebelumnya.
Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.988,5 per Dolar AS

- Rupiah ditutup melemah ke Rp17.988,5 per dolar AS, turun 44,50 poin atau 0,25 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
- Mayoritas mata uang Asia ikut melemah sore ini, termasuk ringgit Malaysia, yuan China, rupee India, won Korea, dan dolar Singapura.
- Analis menilai rupiah masih berpeluang menguat terbatas meski tekanan dari kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik dapat membuat pergerakannya tetap fluktuatif.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan rupiah di pasar spot ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (11/6/2026). Mata uang Garuda menyentuh level Rp17.988,5 per dolar AS
1. Rincian pergerakan mata uang di Asia kompak melemah sore ini
Di Asia, mayoritas mata uang melemah, rinciannya
- Ringgit Malaysia melemah 0,02 persen
- Yuan China melemah 0,03 persen
- Rupee India melemah 0,47 persen
- Won Korea melemah 0,60 persen
- Dolar Singapura melemah 0,02 persen
2. Masih ada potensi rupiah menguat secara terbatas
Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan mendatang.
Namun, ruang penguatan diperkirakan terbatas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
3. Muncul kekhawatiran gangguan pasokan energi global
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global juga dapat memberikan tekanan terhadap rupiah. Pasalnya, Indonesia masih menjadi negara pengimpor minyak sehingga kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan meningkatkan kebutuhan valuta asing.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas terhadap dolar AS.


















