- Bath Thailand melemah 0,02 persen
- Rupee India menguat 0,50 persen
- Pesso Filipina menguat 0,01 persen
- Won Korea menguat 5,70 persen
- Dolar Taiwan melemah 0,02 persen
Rupiah Kalah Lawan Dolar AS, Melemah ke Rp17.906 Pagi Ini

- Rupiah dibuka melemah 6 poin atau 0,03 persen ke Rp17.906 per dolar AS pada Rabu pagi, setelah sehari sebelumnya ditutup menguat tipis ke Rp17.900.
- Pergerakan mata uang Asia bervariasi; baht Thailand dan dolar Taiwan melemah, sedangkan rupee India, peso Filipina, serta won Korea tercatat menguat.
- Analis memperkirakan rupiah bergerak konsolidatif dengan pelemahan terbatas di kisaran Rp17.850–Rp17.950, saat pasar menanti data inflasi AS dan mencermati minyak, dolar, serta imbal hasil UST.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada Rabu (14/10/2026) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp17.906 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 6 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan kemarin. Rupiah pada perdagangan kemarin berakhir menguat tipis, 13 poin atau 0,07 persen ke Rp17.900 per dolar AS.
1. Mata uang di Asia bergerak variatif
Mayoritas mata uang di Asia terpantau bergerak variatif, dengan rincian sebagai berikut:
2. Rupiah akan bergerak konsolidatif
Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan rupiah akan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini.
"Tekanan datang dari kenaikan harga minyak dunia, tetapi tertahan oleh koreksi indeks dolar AS dan penurunan imbal hasil US Treasury (UST) setelah pernyataan dovish pejabat The Fed, John Williams," ucapnya
3. Pasar cenderung wait and see
Lebih lanjut, ia menjelaskan pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) malam ini.
"Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.850–Rp17.950 per dolar AS," tegasnya.




















