Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Menguat Tipis Jelang Akhir Pekan, Ditutup di Rp18.036

Rupiah Menguat Tipis Jelang Akhir Pekan, Ditutup di Rp18.036
ilustrasi rupiah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup menguat tipis 13 poin ke Rp18.036 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, menunjukkan pergerakan positif menjelang akhir pekan.
  • Penguatan rupiah dipengaruhi sentimen global terkait dorongan gencatan senjata Israel-Lebanon oleh Presiden AS Donald Trump serta data ekonomi Indonesia yang tumbuh solid menurut OECD.
  • Meski sempat menguat, analis memperkirakan rupiah berpotensi melemah kembali pekan depan dengan kisaran perdagangan di antara Rp17.950 hingga Rp18.250 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat tipis pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (5/6/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 13 poin atau 0,07 persen ke Rp18.036 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah menguat tipis 22 poin atau 0,12 persen ke level Rp18.027 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.039 per dolar AS.

Angka tersebut sama dengan posisi kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (4/6/2026). Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami stagnansi sore ini dibandingkan pekan lalu.

2. Trump dorong gencatan senjata Israel-Lebanon

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi penguatan rupiah sore ini didorong peluang gencatan senjata di Timur Tengah, baik antara AS dan Iran, maupun Israel dengan Lebanon. Presiden AS, Donald Trump mendorong gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon.

“Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia percaya kemajuan sedang dicapai antara Israel dan Lebanon dan bahwa Lebanon pantas mendapatkan perdamaian,” kata Ibrahim dalam keterangan resmi.

Sementara itu, di dalam negeri, pelaku pasar mempertimbangkan catatan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) terkait ekonomi Indonesia yang dinilai memulai 2026 dengan cukup kuat. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,6 persen secara tahunan pada kuartal I/2026, ditopang permintaan domestik dan belanja pemerintah yang melonjak 21,8 persen.

 “Konsumsi rumah tangga dan investasi juga tetap solid setelah pelonggaran kebijakan moneter sepanjang 2025 mendorong penurunan biaya pinjaman,” tutur Ibrahim.

3. Rupiah diprediksi melemah lagi pekan depan

Meski menguat tipis di akhir pekan ini, Ibrahim melihat kurs rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS pada perdagangan pekan depan, Senin (8/6).

“Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp18.030-18.100. Sedangkan untuk satu minggu di range Rp17.950-18.250,” kata Ibrahim.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More