Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kilo

Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kilo
ilustrasi kedelai (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah menetapkan subsidi Rp2.000 per kilogram untuk impor kedelai guna menjaga harga pangan tetap stabil di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
  • Subsidi ini berlaku untuk 250 ribu ton pertama kedelai impor dan akan disalurkan melalui Perum Bulog kepada pengusaha serta pengrajin tempe dan tahu.
  • Kebijakan subsidi masih menunggu tindak lanjut administratif dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan setelah dilaporkan kepada Presiden Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memutuskan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk impor kedelai guna menjaga stabilitas harga bahan pangan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai rapat yang membahas ketersediaan bahan pokok. Menurut dia, langkah itu merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan sembako masyarakat tetap terjangkau dalam kondisi ekonomi apa pun.

"Bapak Presiden instruksikan, arahan Bapak Presiden agar sungguh-sungguh secara serius memperhatikan kebutuhan sembako untuk rakyat kita. Tidak boleh memberatkan bagi masyarakat kita dalam situasi seperti apa pun," kata menteri yang karib disapa Zulhas tersebut di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

1. Pemerintah subsidi kedelai impor Rp2.000 per kilogram

Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kilo
Deretan lapak pedagang Pasar Peterongan Semarang yang menjual kedelai dan kacang-kacangan. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Zulhas mengatakan, saat ini kedelai hampir seluruhnya berasal dari impor. Oleh karena itu, pergerakan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi harga maupun ukuran produk olahan berbahan baku kedelai.

"Oleh karena itu, tadi kami sudah memutuskan rapat di sini, kedelai yang hampir 100 persen impor itu tentu akan terkait harganya, mungkin gak naik, tapi ukurannya kurang," ujar dia.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah memutuskan memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk dijual langsung ke pengusaha kedelai.

"Nah oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp2.000 per kilo," kata dia.

2. Berlaku untuk 250 ribu ton pertama

ilustrasi kedelai
ilustrasi kedelai (pixabay.com/allybally4b)

Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk volume awal sebesar 250 ribu ton kedelai impor. Penyalurannya akan dilakukan melalui Perum Bulog langsung ke pengusaha atau pengrajin tempe, tahu, dan sebagainya.

Menurut Zulhas, pemerintah sengaja memberikan subsidi lebih besar dari potensi kenaikan biaya akibat pelemahan kurs rupiah.

"Dolar kan Rp16.500 jadi Rp18 ribu, sebetulnya gak sampai Rp2.000 kan, tapi kita tadi kasih Rp2.000 per kilo untuk 250 ribu ton pertama. Nanti Bulog yang atur teknisnya seperti apa," ujar dia.

3. Menunggu proses lanjutan di Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu

Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Pemerintah Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kilo
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Meski telah diputuskan dalam rapat, kebijakan subsidi harga kedelai tersebut masih memerlukan tindak lanjut administratif dari pemerintah.

Zulhas mengatakan, usulan tersebut akan diteruskan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan untuk proses teknis berikutnya.

"Kita putuskan di sini, ini nanti akan diusulkan, nanti yang teknis selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan yang kami akan bersurat ke sana," ujar dia.

Zulhas pun memastikan rencana tersebut telah lebih dulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo.

"Tapi ini sudah lapor ke Bapak Presiden," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More