Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Tertekan Sentimen MSCI-Harga Minyak, Dibuka Tembus Rp18.024

2 min read
Rupiah Tertekan Sentimen MSCI-Harga Minyak, Dibuka Tembus Rp18.024
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah hingga Rp18.038 per dolar AS pada perdagangan Jumat, berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB.

  • Ketegangan Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia turut menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

  • Arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia masih membebani rupiah, yang diperkirakan bergerak hingga kisaran Rp18.050.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026) tertekan sentimen pengumuman MSCI dan harga minyak global. Saat pasar dibuka pagi ini, rupiah berada di level Rp18.024 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah sudah melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp18.038 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.938 per dolar AS.

  1. 1. Konflik Timur Tengah memanas dan harga minyak dunia naik

    Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

    Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian akibat konflik memicu kekhawatiran di pasar keuangan. Kondisi tersebut turut menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

    "Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia," kata Lukman.

    Sentimen lainnya yang menekan rupiah berasal dari MSCI Inc yang baru saja mengumumkan pertimbangan untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal itu dilatarbelakangi oleh reformasi pasar modal yang dinilai belum terimplementasi di Indonesia.

  2. 2. Modal asing keluar dari pasar saham dan rupiah tertekan

    Kondisi di dalam negeri juga memengaruhi pergerakan rupiah. Lukman mengatakan, arus modal asing yang keluar (outflow) dari pasar saham Indonesia masih berlangsung. Artinya, investor asing masih melepas aset saham mereka di pasar domestik.

    "Dari domestik, outflow asing di pasar ekuitas juga masih terus membebani rupiah," ujar Lukman.

  3. 3. Rupiah diperkirakan bisa tembus di kisaran Rp18.050

    Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Sementara berdasarkan data Bloomberg, sepanjang pagi ini, rupiah telah bergerak dalam rentang Rp18.011 hingga Rp18.037 per dolar AS.

    Di sisi lain, pelemahan rupiah sejak awal tahun (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 8,14 persen. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak pada kisaran Rp16.560 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More