Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Tertekan Sentimen MSCI-Harga Minyak, Dibuka Tembus Rp18.024
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah hingga Rp18.038 per dolar AS pada perdagangan Jumat, berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB.

  • Ketegangan Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia turut menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

  • Arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia masih membebani rupiah, yang diperkirakan bergerak hingga kisaran Rp18.050.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (16/10/2026)

Rupiah berada di level Rp18.024 per dolar AS saat pasar dibuka. Pada pembukaan perdagangan, rupiah melemah terhadap dolar AS.

pukul 09.04 WIB

Data Bloomberg mencatat rupiah melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp18.038 per dolar AS.

sejak awal tahun

Pelemahan rupiah tercatat sebesar 8,14 persen secara year-to-date.

Dalam 52 minggu terakhir

Rupiah bergerak pada kisaran Rp16.560 hingga Rp18.209 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp18.038 per dolar AS atau turun 100 poin dan 0,56 persen.
  • Who?
    Rupiah, dolar Amerika Serikat, pengamat pasar uang Lukman Leong, dan investor asing di pasar saham Indonesia.
  • Where?
    Pergerakan rupiah terjadi di pasar keuangan dan pasar saham Indonesia, dengan acuan nilai terhadap dolar AS.
  • When?
    Pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB.
  • Why?
    Ketegangan konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dunia, serta arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia.
  • How?
    Rupiah bergerak dari posisi penutupan Rp17.938 menjadi Rp18.038 per dolar AS dan diperkirakan berada di rentang Rp17.900-Rp18.050.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada Jumat. Nilainya sempat berada di Rp18.038. Pengamat pasar uang Lukman Leong bilang hal ini dipengaruhi konflik Timur Tengah, harga minyak yang naik, dan modal asing yang keluar dari saham Indonesia. Rupiah diperkirakan bergerak sampai sekitar Rp18.050 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Data perdagangan dan proyeksi rentang rupiah memberikan gambaran yang terukur mengenai pergerakan nilai tukar. Informasi tentang pengaruh harga minyak dunia, konflik Timur Tengah, serta arus modal asing juga memperlihatkan faktor-faktor yang sedang membentuk tekanan terhadap rupiah di pasar keuangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026) tertekan sentimen pengumuman MSCI dan harga minyak global. Saat pasar dibuka pagi ini, rupiah berada di level Rp18.024 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah sudah melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp18.038 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.938 per dolar AS.

1. Konflik Timur Tengah memanas dan harga minyak dunia naik

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian akibat konflik memicu kekhawatiran di pasar keuangan. Kondisi tersebut turut menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia," kata Lukman.

Sentimen lainnya yang menekan rupiah berasal dari MSCI Inc yang baru saja mengumumkan pertimbangan untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal itu dilatarbelakangi oleh reformasi pasar modal yang dinilai belum terimplementasi di Indonesia.

2. Modal asing keluar dari pasar saham dan rupiah tertekan

Kondisi di dalam negeri juga memengaruhi pergerakan rupiah. Lukman mengatakan, arus modal asing yang keluar (outflow) dari pasar saham Indonesia masih berlangsung. Artinya, investor asing masih melepas aset saham mereka di pasar domestik.

"Dari domestik, outflow asing di pasar ekuitas juga masih terus membebani rupiah," ujar Lukman.

3. Rupiah diperkirakan bisa tembus di kisaran Rp18.050

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Sementara berdasarkan data Bloomberg, sepanjang pagi ini, rupiah telah bergerak dalam rentang Rp18.011 hingga Rp18.037 per dolar AS.

Di sisi lain, pelemahan rupiah sejak awal tahun (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 8,14 persen. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak pada kisaran Rp16.560 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article