Besarnya kebutuhan terhadap infrastruktur AI juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan investasi. Perusahaan teknologi besar bahkan mengalokasikan dana dalam jumlah besar untuk membangun pusat data dan menyediakan kapasitas komputasi. Berikut beberapa sektor saham yang berkaitan dengan perkembangan AI.
4 Sektor Saham yang Berkaitan dengan Perkembangan AI

Take a Deeper Reads

Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) semakin memengaruhi berbagai industri. Teknologi ini membutuhkan perangkat keras, pusat data, energi, hingga layanan yang membantu perusahaan menggunakan AI dalam aktivitas bisnis. Kondisi tersebut membuat perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan perusahaan teknologi, tetapi juga dengan berbagai sektor lain.
1. Sektor semikonduktor mendapat dorongan dari kebutuhan chip

ilustrasi NVIDIA (unsplash.com/BoliviaInteligente) Sektor semikonduktor menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan AI karena model AI membutuhkan chip dengan kemampuan komputasi tinggi. Chip tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari melatih model AI hingga menjalankan layanan yang digunakan oleh konsumen dan perusahaan. NVIDIA menjadi salah satu contoh perusahaan yang banyak dikenal melalui produk GPU untuk kebutuhan pusat data dan AI.
Selain NVIDIA, perusahaan seperti AMD dan Broadcom juga memiliki bisnis yang berkaitan dengan infrastruktur komputasi AI. Broadcom mengembangkan chip dan komponen jaringan yang digunakan dalam pusat data. Besarnya kebutuhan komputasi membuat perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan perusahaan pembuat aplikasi, tetapi juga produsen perangkat keras di belakangnya.
2. Sektor teknologi terus mengembangkan layanan berbasis AI

ilustrasi Google (pexels.com/AS Photography) Perkembangan AI juga berkaitan dengan perusahaan teknologi yang memasukkan kemampuan AI ke dalam produk dan layanan mereka. Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta merupakan beberapa perusahaan besar yang mengembangkan berbagai layanan AI sekaligus meningkatkan infrastruktur komputasi untuk mendukungnya. Produk AI dapat hadir dalam layanan cloud, mesin pencari, perangkat lunak produktivitas, hingga platform digital.
Microsoft mengintegrasikan AI ke dalam berbagai produk dan layanan cloud melalui Azure serta rangkaian produk berbasis Copilot. Amazon juga mengembangkan layanan AI melalui AWS, sementara Alphabet mengembangkan teknologi AI melalui Google dan Google Cloud. Artinya, pertumbuhan penggunaan AI dapat berkaitan dengan sektor teknologi melalui penjualan layanan, komputasi cloud, perangkat lunak, dan produk digital lainnya.
3. Pusat data dibutuhkan untuk menjalankan sistem AI

ilustrasi pusat data (magnific.com/DC Studio) AI membutuhkan tempat untuk menyimpan data dan menjalankan proses komputasi dalam jumlah besar, sehingga perusahaan pusat data dan infrastruktur digital juga ikut mengambil bagian. Perusahaan seperti Equinix dan Digital Realty menyediakan fasilitas pusat data yang digunakan oleh berbagai perusahaan untuk menjalankan kebutuhan digital mereka. Ada pula perusahaan seperti Vertiv yang menyediakan berbagai perangkat pendukung pusat data, termasuk sistem manajemen daya dan pendinginan.
Kebutuhan terhadap infrastruktur tersebut semakin penting karena penggunaan AI membutuhkan kapasitas komputasi yang besar. International Energy Agency mencatat konsumsi listrik pusat data global mencapai sekitar 485 TWh pada 2025 dan diproyeksikan mendekati 950 TWh pada 2030. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya membutuhkan perangkat komputasi, tetapi juga fasilitas fisik yang mampu menjalankannya.
4. Sektor energi dibutuhkan untuk menopang pusat data

ilustrasi listrik (pexels.com/Maor Attias) Pusat data membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar agar server dan berbagai perangkat di dalamnya dapat beroperasi sepanjang waktu. Karena itu, perkembangan AI juga memiliki hubungan dengan perusahaan utilitas dan energi yang menyediakan listrik bagi pusat data. Beberapa contoh perusahaan yang sering dikaitkan dengan kebutuhan listrik pusat data antara lain NextEra Energy dan Constellation Energy.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan karena IEA memperkirakan konsumsi listrik pusat data global akan meningkat hingga sekitar 950 TWh pada 2030. Sumber listriknya dapat berasal dari berbagai jenis pembangkit, termasuk energi terbarukan, gas alam, dan nuklir. Dengan demikian, rantai perkembangan AI dapat meluas dari pembuat chip hingga perusahaan yang menyediakan energi untuk menjalankan pusat data.
Perkembangan AI memiliki rantai industri yang sangat panjang. Investor yang ingin memahami keterkaitan AI dengan pasar saham dapat melihat bagaimana perusahaan memperoleh keuntungan dari kebutuhan chip, perangkat lunak, pusat data, hingga energi. Memahami hubungan tersebut juga dapat membantu kita melihat bahwa sebuah tren teknologi tidak hanya berdampak pada satu jenis perusahaan.sektor















![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)



![[QUIZ] Dari Hobi Kak Ros Upin & Ipin, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260605/1000015303_08eeceec-948c-41d5-b90f-1a0d319b372d.jpg)



