Ilustrasi Alfamart. (IDN Times/Besse Fadhilah)
Pada 2014, Alfamart memulai ekspansi internasional dengan mendirikan Alfamart Trading Philippines Inc. melalui anak perusahaan Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. Momen ini menandai langkah pertama mereka memasuki pasar Filipina.
Tahun tersebut juga ditandai dengan beberapa langkah strategis seperti Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap I dan penawaran umum saham terbatas tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Selain itu, Alfamart meningkatkan kepemilikan saham di MIDI menjadi 86,72 persen dan memperluas jangkauan pasar domestiknya ke Pontianak dan Manado dengan total lebih dari 9.800 gerai yang beroperasi.
Pada 2015, Alfamart mendirikan PT Sumber Trijaya Lestari dan kembali melakukan penawaran umum saham terbatas serta Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap II. Mereka juga memperluas operasionalnya ke Batam dan menambah jumlah gerai yang beroperasi.
Jumlah gerai Alfamart meningkat
Pada 2016, jumlah gerai Alfamart meningkat menjadi lebih dari 12.000, bersamaan dengan peluncuran AlfaMind, toko virtual pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Augmented Reality.
Di 2017, Alfamart melanjutkan ekspansinya dengan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Sumber Alfaria Trijaya Tahap I, meningkatkan jumlah gerai menjadi lebih dari 13.500. Setahun kemudian, mereka melanjutkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II, mencapai lebih dari 13.600 gerai dan mengoperasikan 500 gerai di Filipina.
Tahun 2019 menandai 20 tahun Alfamart beroperasi di Indonesia dengan lebih dari 14.300 gerai. Mereka meluncurkan aplikasi Alfagift dan mengakuisisi PT Global Loyalty Indonesia dengan kepemilikan 75 persen, serta mengoperasikan lebih dari 750 gerai di Filipina dengan tiga gudang. Pada 2020, Alfamart mencapai lebih dari 15.400 gerai di Indonesia dan 1.000 gerai di Filipina.
Pada 2021, Alfamart meningkatkan setoran modal di PT Midi Utama Indonesia Tbk, meningkatkan kepemilikan menjadi 89,43 persen dan mengoperasikan lebih dari 16.492 gerai. Mereka juga memasuki pasar Papua dengan membuka 22 gerai dan mengoperasikan 1.945 Toko SAPA (Siap Antar Pesanan Anda) serta lebih dari 1.200 gerai di Filipina.
Di 2022, jumlah gerai Alfamart di Indonesia mencapai 17.813 dengan tambahan 2.985 gerai dari anak perusahaan. Alfamart juga memperluas jangkauannya dengan membuka gerai di Aceh, Bintan, Raja Ampat, dan Timor Tengah Selatan serta meningkatkan jumlah Toko SAPA menjadi 3.003 dan mengoperasikan lebih dari 1.400 gerai di Filipina.
Setahun berlalu, Alfamart sudah memiliki 19.087 gerai perseroan dan 3.583 entitas anak yang beroperasi. Di Filipina, sudah ada lebih dari 1.600 gerai dengan total 4 Gudang. Mereka juga mengelola 3.114 Toko Sapa (Siap Antar Pesanan Anda).
Memasuki tahun 2024, Alfamart membuka gudang di Tegal, Gorontalo, dan Luwu untuk memperkuat jaringan distribusi. Total, mereka mengoperasikan 20.120 gerai di Indonesia dan 2.000+ gerai perseroan beroperasi di Filipina dengan total 5 gudang.
Hingga 2026 ini, Alfamart masih menjadi tujuan populer masyarakat untuk belanja. Perkembangan gerainya pun diprediksi bakal terus bertambah secara signifikan.