Jakarta, IDN Times – Di tengah tren gaya hidup sehat yang terus berkembang, produk bebas gluten (gluten free) kini semakin diminati masyarakat. Namun, saat Ladang Lima memulai bisnisnya lebih dari satu dekade lalu, pasar produk gluten free di Indonesia masih sangat terbatas. Kondisi tersebut kemudian mendorong munculnya inovasi berbasis bahan pangan lokal yang belum banyak dimanfaatkan secara optimal pada saat itu.
Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen singkong terbesar di dunia dengan produksi mencapai puluhan juta ton per tahun. Komoditas ini banyak dibudidayakan di berbagai daerah, seperti Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
CEO PT Agung Bumi Agro (Ladang Lima), A.A. Raka Bagus Vinaya, mengatakan bisnis tersebut dirintis pada 2013 dengan misi menghadirkan pangan sehat berbahan baku lokal, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas singkong yang selama ini kerap dipandang sebagai makanan kelas dua.
“Singkong jadi pilihan utama karena tumbuh hampir di seluruh Indonesia. Artinya, suplainya melimpah dan harganya relatif murah. Saat itu singkong juga belum memiliki nilai tambah yang tinggi,” kata Raka kepada IDN Times.
