Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Video Menkeu Purbaya Bongkar Soal Kerugian BUMN, Benar?

Video Menkeu Purbaya Bongkar Soal Kerugian BUMN, Benar?
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Kementerian Keuangan menegaskan video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut membongkar kerugian BUMN adalah hoaks hasil manipulasi teknologi deepfake.
  • Video palsu tersebut tidak berasal dari kanal resmi pemerintah dan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meniru visual serta suara tokoh publik.
  • Kemenkeu mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi informasi melalui situs atau akun resmi sebelum mempercayai maupun menyebarkan konten serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bahwa video yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah akan membongkar kerugian sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) merupakan hoaks yang dibuat menggunakan teknologi deepfake.

Klarifikasi tersebut disampaikan Kemenkeu menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sosok Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan pernyataan terkait dugaan kerugian sejumlah perusahaan pelat merah, seperti PT PLN (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, hingga PT Pertamina (Persero).

“Sehubungan dengan beredarnya video di media sosial yang menampilkan figur Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan akan membongkar kerugian perusahaan BUMN, seperti PLN, Garuda Indonesia, hingga Pertamina, kami sampaikan bahwa video tersebut merupakan hoaks hasil deepfake,” tulis Kementerian Keuangan dalam klarifikasi resminya, Selasa (30/6/2026).

Kemenkeu menegaskan bahwa pernyataan yang beredar dalam video tersebut tidak pernah disampaikan oleh Menteri Keuangan dan tidak berasal dari kanal komunikasi resmi pemerintah. Menurut Kemenkeu, video itu merupakan hasil manipulasi digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menciptakan konten visual maupun audio yang menyerupai tokoh tertentu, sehingga tampak seolah-olah menyampaikan pernyataan asli.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang mencatut nama pejabat negara maupun institusi pemerintah.

“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan,” lanjut Kemenkeu dalam keterangannya.

Fenomena penyalahgunaan teknologi deepfake untuk membuat konten palsu yang melibatkan tokoh publik belakangan ini semakin marak. Modus tersebut kerap digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan, memengaruhi opini publik, hingga melakukan berbagai bentuk penipuan digital.

Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi maupun akun media sosial resmi Kementerian Keuangan sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi apa pun. Apabila menemukan konten serupa, masyarakat dapat melakukan konfirmasi melalui layanan Kemenkeu PRIME atau kanal resmi Kementerian Keuangan lainnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More