Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Negara Pemegang Bitcoin Terbanyak di Dunia, Ada China di Asia

5 Negara Pemegang Bitcoin Terbanyak di Dunia, Ada China di Asia
ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat memimpin sebagai pemegang Bitcoin terbesar dunia melalui hasil penyitaan kasus kriminal dan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve untuk cadangan strategis nasional.
  • China, Inggris, dan Ukraina memiliki cadangan besar Bitcoin dari hasil penyitaan serta deklarasi aset pejabat publik, menunjukkan beragam pendekatan terhadap aset digital di tingkat pemerintahan.
  • El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin alat pembayaran sah dan membangun ekosistem penambangan berbasis energi panas bumi sebagai strategi ekonomi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bitcoin kini tidak hanya dimiliki oleh investor individu maupun perusahaan besar. Sejumlah negara juga tercatat memiliki cadangan Bitcoin dalam jumlah yang besar, baik melalui penyitaan aset hasil kejahatan, aktivitas penambangan, maupun pembelian sebagai bagian dari strategi nasional. Fenomena ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin mendapat perhatian di tingkat pemerintahan.

Kepemilikan Bitcoin oleh suatu negara menunjukkan kebijakan dan pendekatan yang berbeda terhadap aset digital. Ada yang menyimpannya sebagai hasil penegakan hukum, sementara negara lain menjadikannya bagian dari strategi ekonomi jangka panjang. Berikut lima negara yang dikenal memiliki kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Table of Content

1. Amerika Serikat menjadi pemegang Bitcoin terbesar di dunia

1. Amerika Serikat menjadi pemegang Bitcoin terbesar di dunia

ilustrasi bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Kaboompics)

Amerika Serikat menempati posisi teratas sebagai negara dengan cadangan Bitcoin terbesar yang diketahui publik. Sebagian besar kepemilikannya berasal dari penyitaan aset dalam berbagai kasus kriminal besar, termasuk pasar gelap Silk Road dan peretasan bursa kripto. Pemerintah kemudian menyimpan aset tersebut di dompet digital yang dikelola oleh otoritas terkait, meski sebagian Bitcoin juga pernah dijual melalui proses lelang.

Pada tahun 2025, pemerintah Amerika Serikat juga mengumumkan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve yang memanfaatkan Bitcoin hasil penyitaan sebagai cadangan strategis negara. Langkah tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Kebijakan ini juga menjadi sinyal bahwa Bitcoin mulai dipandang sebagai aset strategis yang memiliki nilai ekonomi dalam jangka panjang.

2. China menguasai ratusan ribu Bitcoin hasil penyitaan

ilustrasi bendera Tiongkok
ilustrasi bendera Tiongkok (pexels.com/J.D. Books)

China berada di posisi berikutnya dengan kepemilikan Bitcoin yang sebagian besar berasal dari hasil penyitaan kasus penipuan PlusToken. Dalam kasus tersebut, aparat menyita aset kripto dalam jumlah sangat besar yang kemudian menjadi bagian dari kepemilikan pemerintah. Meskipun negara ini melarang aktivitas perdagangan dan penambangan kripto, cadangan Bitcoin tersebut tetap menjadikan China sebagai salah satu pemegang terbesar di dunia.

Kebijakan China terhadap aset digital memang cenderung ketat, tetapi kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar tetap menarik perhatian pelaku pasar. Banyak analis memperhatikan setiap perkembangan terkait kemungkinan penjualan atau pengelolaan cadangan tersebut karena berpotensi memengaruhi pasar global. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pemerintah juga dapat memberikan dampak terhadap pergerakan harga Bitcoin.

3. Inggris memperoleh Bitcoin dari penegakan hukum

ilustrasi bendera Inggris
ilustrasi bendera Inggris (pexels.com/Tom Brashear)

Inggris menjadi salah satu negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar berkat berbagai penyitaan aset dalam kasus pencucian uang dan kejahatan keuangan. Salah satu penyitaan terbesar melibatkan puluhan ribu Bitcoin yang berhasil diamankan oleh aparat penegak hukum. Kepemilikan tersebut menempatkan Inggris di jajaran negara dengan cadangan Bitcoin terbesar secara global.

Berbeda dengan negara yang membeli Bitcoin secara langsung, kepemilikan Inggris lebih banyak berasal dari proses hukum. Meski demikian, aset tersebut tetap memiliki nilai yang sangat besar dan menjadi perhatian pasar kripto. Setiap kebijakan terkait pelepasan atau penyimpanan Bitcoin oleh pemerintah Inggris sering dipantau karena dapat memengaruhi sentimen investor.

4. Ukraina memiliki Bitcoin dari deklarasi pejabat publik

ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (pexels.com/Freek Wolsink)

Ukraina termasuk negara yang memiliki kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar, meski karakteristiknya berbeda dengan negara lain. Sebagian besar angka tersebut berasal dari deklarasi kepemilikan aset digital oleh pejabat publik yang wajib melaporkan kekayaannya. Kondisi ini membuat Ukraina menjadi salah satu negara dengan eksposur Bitcoin terbesar di tingkat pemerintahan.

Selain itu, sejak konflik bersenjata berlangsung, Ukraina juga menerima banyak donasi dalam bentuk aset kripto dari masyarakat internasional. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan negara selama masa perang. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana Bitcoin dapat dimanfaatkan sebagai sarana penggalangan dana yang cepat dan bersifat lintas negara.

5. El Salvador yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah

5 Negara Pemegang Bitcoin Terbanyak di Dunia, Ada China di Asia
ilustrasi bendera El Savador (pexels.com/Hugo Martínez)

El Salvador mencatat sejarah pada tahun 2021 sebagai negara pertama yang menetapkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Pemerintah secara rutin membeli Bitcoin untuk cadangan nasional sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Kebijakan tersebut menjadikan El Salvador sebagai salah satu negara yang paling identik dengan adopsi Bitcoin di tingkat nasional.

Selain membeli Bitcoin, El Salvador juga memanfaatkan energi panas bumi dari gunung berapi untuk mendukung aktivitas penambangan aset digital tersebut. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada kepemilikan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem Bitcoin yang lebih luas. Meski sempat menuai kritik, langkah El Salvador tetap menjadi salah satu eksperimen paling menarik dalam sejarah industri kripto.

Kepemilikan Bitcoin oleh berbagai negara menunjukkan bahwa aset digital ini semakin mendapat perhatian di tingkat global. Kelima negara di atas memiliki latar belakang yang berbeda dalam memperoleh Bitcoin, mulai dari hasil penyitaan hingga strategi investasi nasional. Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa Bitcoin tidak lagi sekadar aset spekulatif, tetapi mulai dipandang sebagai bagian dari kebijakan ekonomi dan keuangan modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More