Comscore Tracker

Sempat Mandek, Turki Lanjutkan Eksplorasi Gas di Mediterania Timur

Kapal bor akan beroperasi di perairan yang diklaim Siprus 

Tangerang Selatan, IDN Times - Turki kembali melanjutkan operasi pengeboran gas di Mediterania Timur pada Selasa (9/8/2022), setelah sempat terhenti selama dua tahun. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, kapal bor miliknya akan beroperasi di luar perairan, yang mana wilayah tersebut juga diklaim oleh Siprus.

Erdogan mengungkapkan, kapal “Abdulhamid Han” merupakan kapal bor keempat yang akan beroperasi sejauh 55 kilometer dari wilayah Gazipasa di provinsi pesisir selatan Antalya.

“Survei dan pekerjaan pengeboran yang kami lakukan di Mediterania berada dalam wilayah kedaulatan kami. Kami tidak perlu menerima izin atau persetujuan dari siapa pun untuk ini,” ujar Erdogan saat upacara peluncuran kapal di provinsi Mersin, pesisir Turki.

Baca Juga: Rusia Pangkas Gas Alam ke Eropa hingga 20 Persen

1. Penemuan gas alam ciptakan perselisihan negara-negara di Mediterania Timur  

Peluncuran itu dilakukan ketika ketegangan antara Turki dan Yunani sedang memanas, disusul dengan sikap Erdogan menuduh Athena mempersenjatai pulau-pulau di Laut Aegea yang memiliki status demiliterisasi. Lantas, Athena menolak tuduhan itu, dikutip dari Reuters. 

Dalam dekade terakhir, penemuan gas alam di Mediterania timur telah membuat kawasan itu jadi sumber energi alternatif yang layak bagi Eropa. Sayangnya, temuan tersebut membuka perselisihan antara negara-negara tetangga, karena menyangkut hak atas sumber daya.

Juru bicara pemerintah Yunani pada hari Selasa mengatakan, pihaknya sedang memantau situasi tersebut secara hati-hati.

"Kami harus waspada, kami selalu melakukan apa yang harus kami lakukan untuk memiliki stabilitas di kawasan kami dan untuk sepenuhnya membela hukum internasional dan hak berdaulat kami sendiri," kata juru bicara Giannis Oikonomou.

Ankara mengatakan, kapal Abdulhamid Han dengan tinggi 238 meter, merupakan armada pengebor laut terbesar dan berteknologi paling maju. Adapun kemampuannya yakni mengebor lebih dari 12 ribu meter.

Baca Juga: Inflasi Turki Juli 2022 Nyaris 80 Persen, Terparah Sejak 1998

2. Turki bergantung pada kebutuhan impor energi

Sempat Mandek, Turki Lanjutkan Eksplorasi Gas di Mediterania TimurIlustrasi anjungan lepas pantai (pixabay.com/Gabe Raggio)

Sejak penarikan kapal bor Yavuz pada September 2020, Turki menghentikan operasi pengiriman kapal bor lainnya ke Mediterania timur. Tercatat bahwa operasi dari kapal Yavuz, Fatih dan Kanuni, mampu menemukan cadangan gas alam dengan volume 540 miliar meter kubik di Laut Hitam. 

Secara keseluruhan, Turki sangat bergantung pada kebutuhan impor energi. Naiknya harga energi secara global juga membuat pemerintahan Erdogan gagal untuk mengubah defisit transaksi berjalan menjadi surplus.

Baca Juga: Erdogan Perdalam Hubungan Ekonomi dengan Vladimir Putin

3. Pakar sebut Siprus berpotensi jadi eksportir gas untuk Uni Eropa  

Sempat Mandek, Turki Lanjutkan Eksplorasi Gas di Mediterania TimurIlustrasi bendera Siprus (pixabay.com/Greg Montani)

Theodoros Tsakiris, pakar energi di Universitas Nicosia, menyatakan keprihatinannya atas kegiatan eksplorasi terbaru Turki di perairan yang diperebutkan Siprus. Namun, dirinya yakin bahwa perebutan itu tidak akan “menghambat pengembangan cadangan regional”.

“Siprus tidak akan menghentikan monetisasi cadangan di ZEE,” kata Tsakiris, dikutip dari Al Jazeera.

Posisi Siprus dinilai tidak begitu menguntungkan. Otoritas pemerintahannya juga tidak mungkin berdiskusi dengan Republik Turki Siprus Utara terkait hak pengeboran.

“Meminta izin kepada entitas separatis untuk bernegosiasi dengan ENI atau Total sama saja dengan mengakuinya sebagai lawan bicara yang sah di tingkat internasional,” ujar Tsakiris.

Menurut Tsakiris, perselisihan itu juga jadi masalah bagi Uni Eropa. Itu disebabkan karena Siprus berpotensi menawarkan ekspor gas lebih banyak, menyaingi pasokan dari Azerbaijan untuk Eropa.

“Ini sangat signifikan karena tidak ada permintaan domestik dan Siprus pada dasarnya dapat mengekspor 100 persen dari apa yang ditemukan, asalkan layak secara komersial,” kata Tsakiris.

Syahreza Zanskie Photo Verified Writer Syahreza Zanskie

Road to become a Journalist

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya