ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)
Steven menilai masyarakat perlu memperhatikan sejumlah aspek dalam mengelola kebutuhan valas agar transaksi lebih efisien. Salah satunya dengan memahami selisih kurs (spread) dan memilih bank yang menawarkan spread yang kompetitif.
Nasabah juga disarankan mencermati biaya-biaya tersembunyi, seperti biaya administrasi, biaya tarik tunai di ATM, hingga biaya penutupan rekening. Selain itu, kemudahan transaksi melalui mobile banking, layanan real-time forex, serta akses multikanal selama 24 jam juga menjadi faktor penting.
Ia menambahkan, masyarakat perlu memanfaatkan berbagai fitur kartu debit dan promo yang ditawarkan perbankan, seperti potongan harga di merchant luar negeri maupun program cashback atas transaksi internasional.
Steven melihat pertumbuhan ekonomi nasional memiliki keterkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas transaksi internasional masyarakat. Semakin tinggi mobilitas global masyarakat Indonesia, semakin besar pula potensi peningkatan volume DPK valas dan frekuensi penggunaan layanan digital untuk transaksi lintas negara.
Di sisi lain, perbankan terus menghadirkan inovasi guna memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya melalui teknologi auto-switching currency pada kartu debit yang dapat mengurangi risiko kerugian akibat konversi mata uang ganda saat bertransaksi di luar negeri.
Menurut Steven, Danamon juga menghadirkan aplikasi D-Bank PRO serta berbagai program insentif, seperti garansi kurs dan promo cashback, untuk mendukung kebutuhan transaksi lintas negara para nasabah.
"Danamon berkomitmen memberikan solusi keuangan holistik bagi nasabah, salah satunya dalam mengelola kebutuhan transaksi lintas negara dengan solusi valas yang aman, efisien, dan transparan," ucap Steven.