Rupiah Belum Stabil, Tom Lembong Imbau Buka Tabungan Valas

- Thomas Trikasih Lembong mengimbau Gen Z dan milenial menyimpan sebagian aset dalam valuta asing karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih belum stabil.
- Selain valas, Tom menyarankan investasi emas untuk jangka panjang meski fluktuatif, serta menekankan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang lebih ketat.
- Imbauan tersebut disampaikan dalam Indonesia Summit 2026 oleh IDN Times di Jakarta, yang juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027 hasil riset IDN Research Institute.
Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Thomas Trikasih Lembong mengimbau generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, untuk mulai menyimpan sebagian aset mereka dalam bentuk valuta asing (valas), di tengah ketidakstabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Tom mengatakan, telah menyampaikan imbauan tersebut sejak sekitar dua tahun lalu ketika nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp 15.000 per dollar AS. Ia memprediksi nilai tukar rupiah belum stabil dalam rentan waktu enam hingga sembilan bulan mendatang.
"Dari 2 tahun lalu saya sudah menghimbau ya, kalau masih bisa nabung, ya tolong segera buka rekening valuta. Segera buka rekening valuta. Simpan sebanyak mungkin tabungannya dalam dolar. Atau Singapore Dollar atau Euro," kata Tom dalam talk show Indonesia Summit 2026 by IDN Times bertajuk The Price of Tomorrow: Gen Z, Cost of Living, And Tge Fight For Financial Security, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Selain valuta asing, Tom juga menyarankan masyarakat mempertimbangkan investasi emas untuk tujuan jangka panjang. Namun, harga emas cenderung lebih fluktuatif dibandingkan tabungan dalam mata uang asing dan tingkat likuiditasnya juga tidak setinggi simpanan valas.
Tom menilai kondisi rupiah saat ini masih belum sepenuhnya stabil. Karena itu, ia memperkirakan masyarakat perlu bersikap hati-hati setidaknya dalam enam hingga sembilan bulan ke depan.
Selain mengalihkan sebagian aset ke instrumen yang lebih aman, Tom juga meminta masyarakat memperketat pengelolaan keuangan keluarga. Ia mendorong masyarakat untuk meninjau kembali anggaran rumah tangga dan mengidentifikasi pos-pos pengeluaran yang masih dapat dihemat.
"Kita harus makin kenceng meneliti, mempelajari anggaran keluarga, anggaran pribadi, apa lagi yang bisa dihemat. Apa yang bisa dikurangi dari segi konsumsi, apa lagi yang kita bisa trading dow ke brand atau merek yang lebih murah," kata Mantan Kepala BKPM itu.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
















