TPS Tambah 2 Container Scanner Buat Periksa Barang Ekspor-Impor
Terminal Petikemas Surabaya menambah dua container scanner untuk pemeriksaan barang impor dan ekspor.
PSL menyediakan scanner beserta integrasi teknologi, pemeliharaan peralatan, dan petugas pendukung.
Fasilitas ini digunakan dalam pemeriksaan kepabeanan serta pengawasan arus barang di kawasan pelabuhan.
Jakarta, IDN Times - Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menambah dua unit pemindai peti kemas atau container scanner untuk pemeriksaan barang impor dan ekspor. PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menyediakan kedua alat tersebut, masing-masing untuk jalur impor dan ekspor.
Direktur Utama PSL, Faruq Hidayat, mengatakan teknologi pemindaian kontainer digunakan dalam proses pemeriksaan kepabeanan. Fasilitas tersebut juga berkaitan dengan pengawasan arus barang yang masuk dan keluar melalui kawasan pelabuhan.
"Bagi kami, pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan tidak hanya berorientasi pada aspek operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan layanan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi para Pemangku Kepentingan," kata Faruq dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
1. Ada dua scanner untuk jalur impor dan ekspor
Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menambah dua unit pemindai peti kemas. (Dok. PSL) Berdasarkan kerja sama penyediaan, PSL menyediakan dua unit container scanner beserta sistem pendukungnya di Terminal Petikemas Surabaya. Sebanyak satu unit ditempatkan untuk jalur impor dan satu lainnya untuk jalur ekspor.
Kerja sama tersebut juga mencakup integrasi teknologi informasi, pemeliharaan peralatan, serta penyediaan petugas pendukung.
Kedua alat tersebut digunakan dalam pemeriksaan kontainer oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Fasilitas ini juga digunakan untuk mengawasi arus barang impor dan ekspor di kawasan pelabuhan.
Adanya dua container scanner di TPS menambah fasilitas yang dioperasikan PSL di sejumlah wilayah. PSL sebelumnya telah mengoperasikan fasilitas serupa di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan.
2. Teknologi scanner terintegrasi dengan sistem

ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser) Faruq mengatakan penerapan teknologi pemindai peti kemas merupakan bagian dari kerja sama antara entitas Pelindo Group. Teknologi tersebut dihubungkan dengan sistem yang digunakan dalam proses pemeriksaan.
"Kami berupaya menghadirkan dukungan teknologi pemindai terintegrasi dengan sistem dan tata kelola yang baik. Penerapan teknologi ini sejalan dengan arah transformasi Pelindo di bawah pengarahan Danatara dalam memperkuat digitalisasi, modernisasi fasilitas, keselamatan, serta kualitas pelayanan,” ujar Faruq.
3. TPS dukung pemeriksaan kepabeanan

ilustrasi pelabuhan peti kemas (unsplash.com/william william) Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan container scanner digunakan dalam pemeriksaan kepabeanan karena TPS merupakan operator terminal petikemas yang berada di kawasan pabean.
Menurut Ali, dua unit container scanner tersebut digunakan untuk membuat pemeriksaan lebih efektif, akurat, dan transparan tanpa mengganggu kelancaran proses logistik di pelabuhan.
Ali mengatakan kerja sama dengan PSL diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap barang yang masuk dan keluar pelabuhan serta menjaga kelancaran rantai pasok.
"Kami berharap layanan ini dapat meningkatkan keamanan rantai pasok, memperkuat kepercayaan para pengguna jasa, serta mendukung terwujudnya ekosistem pelabuhan yang modern, berintegritas, dan berdaya saing global," kata dia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















![[QUIZ] Dari Tanggal Lahirmu, Ini Ide Franchise yang Cocok Untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20240228/lisanto-fjxa21l-ihw-unsplash-a5b9962b3fc7f3cf62c097d65b42212c.jpg)