Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Bakal Beri Tarif Dagang ke Negara yang Tolak AS Ambil Greenland

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di kantornya.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Executive Office of the President of the United States)
Intinya sih...
  • Denmark dan Greenland gagal menghentikan rencana Donald Trump.
  • Donald Trump membuka opsi operasi militer untuk mencaplok Greenland.
  • Donald Trump sudah ngotot ambil alih Greenland sejak awal menjabat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memberi tarif dagang baru kepada negara-negara yang menolak rencananya untuk mengambil alih Greenland. Ancaman itu dilontarkan saat Trump menghadiri acara terkait kesehatan di Gedung Putih pada Jumat (16/12026).

Trump tidak merinci negara mana saja yang ia maksud menolak rencana AS untuk mengambil Greenland. Namun, ia menegaskan bahwa pihak mana pun yang mengganggu rencana tersebut akan mendapatkan hukuman berat.

“Aku mungkin akan melakukan hal yang sama untuk Greenland. Aku mungkin akan mengenakan tarif kepada negara-negara yang tidak sejalan dengan rencana AS untuk mengambil alih Greenland. Sebab, kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” kata Trump, seperti dilansir CNBC.

1. Denmark dan Greenland gagal menghentikan rencana Donald Trump

Bendera Denmark sedang berkibar.
potret bendera Denmark (pexels.com/Markus Winkler)

Ancaman ini dilontarkan Donald Trump tidak lama usai Pemerintah Denmark dan Pemerintah Greenland berkunjung ke Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, dan Menteri Luar Greenland, Vivian Motzfeldt, pada Rabu (14/1/2026) sudah menemui Wakil Presiden, JD Vance, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio untuk membahas masalah Greenland.

Namun, dalam pertemuan tersebut, Rasmussen dan Motzfeldt gagal meraih kesepakatan dengan Negeri Paman Sam. Sebab, Donald Trump bersikukuh ingin mengambil alih wilayah Greenland untuk meningkatkan keamanan nasional AS.

“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika (Serikat). Jelas bahwa Presiden (Donald Trump) memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland. Tentu saja ini sangat emosional bagi kita semua,” ujar Rasmussen dilansir Politico.

2. Donald Trump membuka opsi operasi militer untuk mencaplok Greenland

Peta wilayah Greenland.
potret wilayah Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

Sebelumnya, Donald Trump juga sudah membuka opsi operasi militer untuk mengambil alih Greenland. Artinya, Amerika Serikat tidak akan segan-segan melancarkan serangan untuk mencaplok wilayah negara itu jika memang diperlukan. 

“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini. Tentu saja, memanfaatkan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi presiden,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Rencana ini sudah dikecam oleh Pemerintah Denmark dan Greenland. Keduanya menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Sebab, secara hukum, Greenland merupakan salah satu wilayah di Kerajaan Denmark. Oleh karena itu, AS tidak boleh dan tidak berhak mengambil alih atau memerintah wilayah tersebut. 

3. Donald Trump sudah ngotot ambil alih Greenland sejak awal menjabat

Bongkahan es di Greenland.
ilustrasi Greenland (pexels.com/CHRISTIAN PFEIFER)

Keinginan Donald Trump untuk mengambil alih Greenland sebetulnya bukan baru terjadi saat ini. Ia memang sudah ngotot mengambil alih wilayah tersebut sejak awal menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari 2025 lalu. 

Trump ingin mengambil Greenland untuk dijadikan markas militer AS dengan dalih mengamankan wilayah Arktik. Sebab, menurutnya, wilayah itu sedang berada di bawah ancaman Rusia dan China.

Namun, sebenarnya, ada alasan lain mengapa Trump ingin mencaplok wilayah Greenland. Ia ditengarai ingin menguasai kekayaan sumber daya alam yang ada di sana. Sebab, Greenland memang sangat kaya akan sumber daya mineral. Salah satunya adalah Uranium.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Korsel Revisi Aturan untuk Perlancar Masuknya Produk Makanan Korut

17 Jan 2026, 23:50 WIBBusiness