Trump Sebut Kerja Sama Dagang AS dengan Meksiko-Kanada Tak Berguna

- USMCA diusulkan oleh Donald Trump untuk menggantikan perjanjian dagang NAFTA
- Donald Trump menyebut Amerika Serikat tidak butuh produk otomotif dari Meksiko dan Kanada
- Perjanjian USMCA akan ditinjau kembali oleh negara-negara anggota
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut kerja sama perdagangan antara negaranya dengan Meksiko dan Kanada tidak berguna. Sebab, Trump menilai kerja sama yang dilakukan dalam perjanjian United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) itu tidak memberi keuntungan bagi AS.
Kerja sama tersebut hanya memberikan keuntungan bagi beberapa pihak saja, terutama bagi Kanada. Alih-alih menciptakan keuntungan bersama, menurut Trump, kerja sama ini justru memperlebar kesenjangan ekonomi di antara negara anggota.
“Tidak ada keuntungan nyata darinya. Itu tidak relevan. Kanada akan menyukainya. Kanada menginginkannya. Mereka membutuhkannya,” kata Trump soal perjanjian USMCA saat berkunjung ke Detroit, Michigan, pada Kamis (15/1/2026) dilansir Al Jazeera.
1. USMCA diusulkan oleh Donald Trump untuk menggantikan perjanjian dagang NAFTA

Perjanjian dagang USMCA sendiri sebetulnya diusulkan oleh Donald Trump. Perjanjian ini mulai berlaku pada 1 Juli 2020 untuk menggantikan perjanjian North American Free Trade Agreement (NAFTA). Saat itu, Trump masih menjabat sebagai Presiden AS periode pertama sebelum digantikan oleh Joe Biden.
Kesepakatan dagang USMCA ini meliputi berbagai sektor ekonomi yang ada di AS, Meksiko, dan Kanada. Beberapa di antaranya, seperti sektor pertanian, peternakan, dan otomotif. Salah satu keuntungan dari perjanjian ini adalah akses bebas tarif dalam aktivitas ekspor dan impor.
Para pengusaha otomotif di AS sangat mendukung perjanjian ini karena USMCA bisa mempermudah perusahaan otomotif besar AS, seperti Ford, Stellantis, dan General Motors untuk mendapatkan suku cadang dari Meksiko dan Kanada. Hal ini karena perusahaan otomotif dari kedua negara tersebut bisa dengan mudah mengekspor produk mereka ke AS karena bebas tarif.
2. Donald Trump menyebut Amerika Serikat tidak butuh produk otomotif dari Meksiko dan Kanada

Namun, Donald Trump justru punya pendapat berbeda soal hal ini. Ia mengatakan perusahaan-perusahaan otomotif di Negeri Paman Sam tidak membutuhkan produk otomotif dari Meksiko dan Kanada karena AS bisa memproduksinya sendiri tanpa bantuan mereka.
Ketergantungan AS akan produk otomotif dari Meksiko dan Kanada imbas perjanjian USMCA justru akan menguntungkan bagi perekonomian kedua negara tersebut. Oleh karena itu, Trump ingin perusahaan otomotif di Meksiko dan Kanada untuk membangun pabrik di AS. Ini bertujuan agar AS juga mendapatkan keuntungan ekonomi yang sepadan.
“Masalahnya adalah kita tidak membutuhkan produk mereka. Anda tahu, kita tidak membutuhkan mobil buatan Kanada. Kita tidak membutuhkan mobil buatan Meksiko. Kita ingin membawanya ke sini. Itulah yang sedang terjadi,” kata Trump dilansir CBC.
3. Perjanjian USMCA akan ditinjau kembali oleh negara-negara anggota

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan kembali meninjau perjanjian USMCA pada 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan kerja sama di antara negara-negara anggota.
Jika USMCA terbukti memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi AS, Meksiko, dan Kanada, maka perjanjian akan dilanjutkan. Namun, jika tidak, maka perjanjian akan diakhiri sama seperti NAFTA.
Jika perjanjian USMCA berakhir, maka AS, Meksiko, dan Kanada akan membuat perjanjian dagang lain yang lebih menguntungkan. Skemanya juga akan berbeda dari perjanjian-perjanjian sebelumnya.















