Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Pelatihan Militer, 30 Ribu Calon Manajer Kopdes Belajar Manajemen
Calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memulai proses pelatihan manajemen. (dok. Kemenkop)
  • Sebanyak 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mengikuti pelatihan tahap kedua yang difasilitasi Kemenkop setelah sebelumnya menjalani pembentukan karakter dan bela negara oleh Kemenhan.
  • Pelatihan berlangsung selama 13 hari dengan total 90 jam pelajaran, mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, serta penguatan kepemimpinan berbasis Talent DNA.
  • Program ditutup dengan sertifikasi kompetensi berstandar BNSP untuk mencetak manajer profesional yang memiliki kemampuan teknis dan soft skills dalam memimpin serta mengelola koperasi di tingkat desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 30 ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah memulai proses pelatihan dan sertifikasi yang digelar oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop).

Acara pembukaan pelatihan itu dilaksanakan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat.

Pelatihan itu merupakan tahap kedua setelah para peserta sebelumnya mengikuti pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), atau yang biasa disebut pelatihan militer.

1. Calon manajer Kopdes bakal intens belajar manajemen hingga kewirausahaan

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono. (dok. Kemenkop)

Pelatihan dimulai hari ini, Jumat (17/7/2026) sampai Jumat, (31/7/2026) mendatang, alias selama 13 hari. Para calon manajer akan mengikuti pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan kepemimpinan.

Ada juga pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional.

"Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia," kata Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono dikutip dari keterangan resmi.

2. Manajer Kopdes bakal ikut sertifikasi kompetensi

Calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memulai proses pelatihan manajemen. (dok. Kemenkop)

Tak sampai di situ, pelatihan akan akan ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam pelatihan itu, Kemenkop juga menggaet ESQ Group. Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian mengatakan pelatihan manajemen penting bagi 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP.

“Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan,” ujar Ary Ginanjar.

3. Menkop mau manajer Kopdes punya standar profesionalisme tinggi

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono membuka pelatihan manajemen untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Jumat (17/7/2026). (dok. Kemenkop)

Ferry mengatakan, selain membekali peserta dengan semangat bela negara, disiplin, tata kelola koperasi, dan manajemen keuangan, pemerintah juga memperkuat kemampuan soft skills, terutama komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan pengurus, pengawas, dan masyarakat desa.

"Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Ferry.

Ferry menekankan para manajer yang lulus dari pelatihan ini harus memiliki standar profesionalisme yang tinggi. Pasalnya, KDKMP akan memegang peran strategis sebagai pengelola distribusi barang bersubsidi, penyedia layanan keuangan mikro, hingga agregator produk UMKM lokal.

"Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini," ucap Ferry.

Curated For You

Editorial Team

Related Article