ilustrasi wanita karier (unsplash.com/Lala Azizli)
Ketidakcocokan finansial gak selalu soal jumlah gaji, lho, tapi lebih pada cara memandang produktivitas dan masa depan. Galinskaya menilai bahwa pasangan perlu sejalan dalam hal ambisi dan kontribusi, baik secara finansial maupun emosional. Jika satu pihak sangat fokus membangun karier sementara yang lain sering berpindah pekerjaan tanpa tujuan jelas, ketimpangan bisa muncul. Situasi ini dapat memengaruhi rasa tanggung jawab dalam hubungan jangka panjang.
Ahli keuangan dan hubungan seperti Ramit Sethi, penulis buku tentang pengelolaan uang untuk pasangan, menekankan pentingnya nilai dan komunikasi dalam mengatur keuangan bersama. Ia dikenal sebagai pakar keuangan yang mengedukasi masyarakat tentang cara membangun kekayaan secara sadar. Sementara itu, Heather Boneparth, direktur urusan bisnis dan hukum di Bone Fide Wealth, juga menilai bahwa pasangan kuat memahami uang sebagai cerminan kepercayaan dan tujuan bersama. Jika ambisi dan definisi sukses berbeda jauh, hubungan bisa kehilangan arah tanpa disadari.
Ketidakcocokan finansial sering muncul bukan karena kurangnya cinta, tapi karena perbedaan nilai dan cara memandang masa depan. Keterbukaan, saling menghormati, dan komunikasi rutin menjadi kunci agar hubungan tetap sehat.
Dengan mengenali sinyal seperti kurangnya transparansi, masalah kontrol, dan perbedaan ambisi, kamu bisa lebih waspada sejak awal. Hubungan yang kuat bukan hanya tentang perasaan, tapi juga tentang kesiapan berjalan searah dalam urusan uang dan kehidupan.