Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Bijak Alokasi Uang THR dengan Rumus 10-20-60-10
Potret uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)
  • Menjelang hari raya, THR menjadi tambahan pendapatan penting bagi pekerja yang perlu dikelola bijak agar tidak cepat habis dan tetap bermanfaat setelah Lebaran.
  • Rumus 10-20-60-10 mengatur alokasi THR untuk zakat dan berbagi, tabungan atau investasi, kebutuhan hari raya, serta dana darurat guna menjaga keseimbangan finansial.
  • Penerapan disiplin dalam pembagian THR membantu memenuhi kewajiban agama, menekan pengeluaran berlebihan, melunasi utang, dan memperkuat kondisi keuangan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang hari raya keagamaan, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi pendapatan tambahan yang paling dinanti oleh para pekerja di Indonesia. THR biasanya cair paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Untuk tahun ini, THR PNS lebiih cepat cair, sementara pekerja swasta maksimal sepekan sebelum Lebaran.

THR kerap dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mudik, belanja keperluan Lebaran, hingga berbagi dengan keluarga dan kerabat. Tidak sedikit orang menganggap THR sebagai “uang bonus” sehingga langsung menggunakannya tanpa perencanaan yang jelas. Akibatnya, THR sering kali habis dalam waktu singkat dan tidak memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan setelah hari raya berlalu.

Dengan pengelolaan yang tepat, THR bisa membantu memenuhi kebutuhan Lebaran sekaligus memperkuat kondisi finansial ke depan. Karena itu, penting memahami cara bijak alokasi uang THR dengan rumus 10-20-60-10 agar pengeluaran tetap terkendali dan manfaatnya terasa lebih panjang.

1. Alokasikan 10 persen THR untuk kewajiban zakat dan berbagi

ilustrasi donasi (pexels.com/Defrino Maasy)

Dalam cara bijak alokasi uang THR dengan rumus 10-20-60-10, pos pertama yang perlu diprioritaskan adalah kewajiban zakat dan berbagi. Bagi pekerja muslim, zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum menggunakan THR untuk kepentingan lain. Oleh karena itu, idealnya alokasi zakat diambil sebesar 10 persen dari total THR yang diterima agar kewajiban tersebut tidak terlewat.

Selain menunaikan kewajiban agama, menyisihkan THR untuk berbagi juga memberikan manfaat sosial yang besar. Dana zakat dan sedekah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang hari raya ketika kebutuhan meningkat. Dengan memprioritaskan pos ini, penggunaan THR tidak hanya berfokus pada kepentingan pribadi, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab sosial yang lebih luas.

2. Sisihkan 20 persen THR untuk tabungan dan investasi

ilustrasi menabung (pexels.com/maitree rimthong)

Langkah selanjutnya dalam cara bijak alokasi uang THR dengan rumus 10-20-60-10 adalah menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi. Sebanyak 20 persen dari THR sebaiknya langsung dialokasikan ke pos ini segera setelah dana diterima. Cara ini penting untuk mencegah THR habis akibat pengeluaran impulsif yang sering terjadi menjelang hari raya.

THR juga bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk mulai menabung atau meningkatkan porsi investasi yang sudah berjalan. Pilihan instrumen dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing, seperti tabungan berjangka, reksa dana pendapatan tetap, atau reksa dana campuran. Dengan langkah ini, THR tidak hanya habis untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu memperkuat kondisi finansial di masa depan.

3. Gunakan maksimal 60 persen THR untuk kebutuhan hari raya

ilustrasi baju koko (freepik.com/Freepik)

Dalam rumus 10-20-60-10, porsi terbesar memang dialokasikan untuk kebutuhan hari raya, yaitu maksimal 60 persen dari total THR. Dana ini biasanya digunakan untuk berbagai pengeluaran khas Lebaran, seperti biaya mudik, membeli makanan khas hari raya, pakaian baru, serta menjamu keluarga dan tamu. Meski porsinya cukup besar, pengeluaran tetap perlu dikendalikan agar tidak berlebihan.

Cara bijak alokasi uang THR pada pos ini adalah dengan membuat perencanaan anggaran yang jelas sejak awal. Menentukan batas pengeluaran untuk mudik dan belanja Lebaran dapat membantu menghindari pemborosan. Dengan pengelolaan yang tepat, suasana hari raya tetap terasa meriah tanpa menimbulkan masalah keuangan setelahnya.

4. Manfaatkan sisa pos 60 persen untuk membayar utang jika ada

ilustrasi utang (freepik.com/rawpixel.com)

Bagi pekerja yang masih memiliki utang, cara bijak alokasi uang THR dengan rumus 10-20-60-10 juga menganjurkan pemanfaatan sisa dana dari pos kebutuhan hari raya untuk membayar kewajiban tersebut. Membayar utang, baik secara penuh maupun sebagian, dapat membantu mengurangi beban cicilan di bulan-bulan berikutnya. Langkah ini juga penting untuk menjaga stabilitas keuangan jangka menengah.

Prioritaskan pembayaran utang dengan bunga tinggi atau yang memiliki jatuh tempo paling dekat. Dengan memanfaatkan THR untuk melunasi utang, risiko keuangan di masa depan bisa ditekan secara signifikan. Selain itu, kondisi mental juga cenderung lebih tenang karena beban finansial berkurang.

5. Sisihkan 10 persen THR sebagai dana darurat

ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Pos terakhir dalam cara bijak alokasi uang THR dengan rumus 10-20-60-10 adalah dana darurat sebesar 10 persen. Dana darurat berfungsi sebagai perlindungan keuangan untuk menghadapi kondisi tak terduga, seperti biaya kesehatan, kerusakan rumah, atau kebutuhan mendesak lainnya. Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan pos ini karena dianggap tidak memberikan manfaat langsung.

Padahal, keberadaan dana darurat sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Dana ini sebaiknya disimpan di rekening terpisah agar tidak mudah terpakai untuk kebutuhan konsumtif. Dengan memiliki dana darurat yang cukup, kamu tidak perlu bergantung pada utang ketika menghadapi situasi darurat.

Menerapkan cara bijak alokasi uang THR dengan rumus 10-20-60-10 membantu menyeimbangkan antara kewajiban, kebutuhan, dan perencanaan keuangan. Dengan pembagian yang jelas dan disiplin dalam pelaksanaannya, THR dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa habis dalam waktu singkat. Perencanaan yang matang akan membuat momen hari raya terasa lebih tenang, nyaman, dan bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team