Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Business Hack: Cara Manfaatkan Momentum THR untuk Naikkan Penjualan

Business Hack: Cara Manfaatkan Momentum THR untuk Naikkan Penjualan
ilustrasi pria belanja baju (pexels.com/Hispanolistic)
Intinya Sih
  • Momentum THR jadi peluang emas bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan penjualan, karena daya beli masyarakat naik dan keputusan belanja dibuat lebih cepat dari biasanya.
  • Strategi efektif meliputi paket bundling menarik, promosi self reward yang emosional, serta promo terbatas dengan deadline jelas agar konsumen terdorong membeli segera.
  • Persiapan stok, layanan cepat, dan pengumpulan data pelanggan penting untuk retargeting pasca Lebaran agar hubungan jangka panjang dengan konsumen tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

THR selalu jadi momen yang ditunggu banyak orang. Daya beli naik, orang lebih berani belanja, dan keputusan pembelian sering dibuat lebih cepat dari biasanya. Buat pelaku bisnis, ini bukan cuma musim ramai, tapi peluang emas untuk mendongkrak penjualan secara signifikan.

Kalau strateginya tepat, efek THR bukan cuma terasa sesaat. Kamu bisa mengubah lonjakan musiman ini jadi pintu masuk untuk menarik pelanggan jangka panjang. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan.

1. Buat paket bundling yang terlihat lebih hemat

ilustrasi belanja Frozen food
ilustrasi belanja Frozen food (pexels.com/Gustavo Fring)

Saat pegang uang lebih, konsumen cenderung memilih paket yang terlihat “lebih untung”. Kamu bisa membuat bundling produk dengan harga sedikit lebih tinggi, tapi memberi kesan value yang jauh lebih besar. Strategi ini efektif untuk menaikkan rata-rata transaksi per pelanggan.

Pastikan bundling benar-benar relevan dan saling melengkapi. Jangan asal digabung, karena pelanggan sekarang lebih kritis. Jika terasa logis dan menguntungkan, mereka tidak akan ragu checkout dalam sekali klik.

2. Mainkan psikologi self reward

ilustrasi belanja banyak (pexels.com/Max Fischer)
ilustrasi belanja banyak (pexels.com/Max Fischer)

Banyak orang menganggap THR sebagai momen untuk memberi hadiah pada diri sendiri. Ini waktu yang tepat untuk memosisikan produkmu sebagai bentuk self reward yang pantas didapat setelah bekerja keras setahun. Gunakan copywriting yang menyentuh emosi, bukan hanya harga.

Tekankan manfaat dan pengalaman yang didapat, bukan sekadar fitur. Ketika pelanggan merasa produkmu layak untuk dirayakan, keputusan membeli akan terasa lebih personal. Strategi ini sangat efektif untuk produk fashion, gadget, hingga kuliner premium.

3. Buat promo terbatas dengan deadline jelas

ilustrasi promo akhir tahun
ilustrasi promo akhir tahun (pexels.com/Max Fischer)

Momentum THR biasanya singkat dan penuh euforia. Manfaatkan hal ini dengan membuat promo berbatas waktu yang jelas dan tegas. Deadline yang konkret bisa mendorong orang mengambil keputusan lebih cepat.

Namun, jangan terlalu sering memakai trik ini di luar momentum besar. Jika terlalu sering, efek urgensinya akan hilang. Saat dipakai di momen THR, strategi ini bisa meningkatkan konversi secara signifikan.

4. Siapkan stok dan layanan lebih siap dari biasanya

ilustrasi karyawan bisnis fnb
ilustrasi karyawan bisnis fnb (pexels.com/Elle Hughes)

Lonjakan permintaan tanpa persiapan bisa jadi bumerang. Pastikan stok aman, sistem pembayaran lancar, dan respons customer service lebih cepat dari hari biasa. Pelanggan yang pegang THR tidak suka menunggu terlalu lama.

Pengalaman belanja yang mulus akan membuat mereka kembali lagi di luar musim THR. Jadi, jangan hanya fokus pada promosi, tapi juga pada kualitas layanan. Reputasi bisnis sering ditentukan dari momen sibuk seperti ini.

5. Kumpulkan data untuk retargeting setelah Lebaran

ilustrasi data analysis (pexels.com/pixabay)
ilustrasi data analysis (pexels.com/pixabay)

Banyak bisnis hanya fokus pada penjualan saat THR turun. Padahal, peluang besar justru ada setelahnya melalui retargeting. Kumpulkan data pelanggan, seperti nomor WhatsApp atau email, untuk promosi lanjutan setelah Lebaran.

Gunakan momentum ini untuk membangun database yang kuat. Setelah euforia selesai, kamu masih bisa menjual dengan pendekatan yang lebih personal. Dengan begitu, THR bukan cuma mendongkrak omzet sesaat, tapi juga memperpanjang siklus penjualan.

Momentum THR adalah waktu terbaik untuk agresif, tapi tetap strategis. Jangan hanya ikut-ikutan diskon besar tanpa konsep yang jelas. Rancang strategi yang meningkatkan nilai transaksi sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Jika dimanfaatkan dengan tepat, lonjakan daya beli ini bisa jadi batu loncatan untuk pertumbuhan bisnis yang lebih stabil. Kuncinya bukan sekadar ramai, tapi bagaimana membuat pelanggan datang kembali setelah musim THR berakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More