Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Suku Bunga Bisa Berpengaruh terhadap Harga Emas

3 min read
4 Alasan Suku Bunga Bisa Berpengaruh terhadap Harga Emas
ilustrasi emas (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Sumber:

https://www.investopedia.com/articles/investing/100915/effect-fed-fund-rate-hikes-gold.asp

https://www.bullionbypost.co.uk/index/gold/gold-price-interest-rate-relationship/

https://www.treasury.id/en/when-does-the-gold-price-drop-check-out-5-factors-causing-gold-prices-to-fall

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar, namun juga bisa bergerak mengikuti berbagai kondisi dari ekonomi global. Salah satu faktor yang sering menjadi perhatian investor adalah suku bunga karena perubahan tingkat bunga bisa mempengaruhi pilihan investor dalam menempatkan dananya.

Hubungan antara suku bunga dan harga emas memang tidak selalu bergerak secara sederhana dan bisa jadi berlawanan setiap saat. Namun, memahami mekanismenya bisa membantu investor untuk melihat bagaimana perubahan kebijakan moneter ternyata kerap menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan saat menganalisis pergerakan harga emas.

  1. 1. Suku bunga mempengaruhi daya tarik aset berbunga

    ilustrasi emas
    ilustrasi emas (pixabay.com/hamiltonleen)

    Pada saat suku bunga mengalami peningkatan, maka instrumen seperti deposito dan surat utang bisa menawarkan imbal hasil yang lebih menarik bagi para investor. Kondisi tersebut memang bisa membuat sebagian investor mempertimbangkan untuk mengalihkan dana dari emas ke aset yang dapat memberikan pendapatan yang berbasis bunga.

    Sebaliknya, pada saat suku bunga mengalami penurunan, maka imbal hasil dari sejumlah aset berbunga pun dapat terlihat kurang menarik dibandingkan sebelumnya. Dalam kondisi tersebut, sebagai investor mungkin akan kembali mempertimbangkan emas sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai dan melakukan diversifikasi portofolio.

  2. 2. Suku bunga bisa mempengaruhi nilai mata uang

    ilustrasi emas
    ilustrasi emas (pixabay.com/hamiltonleen)

    Perubahan suku bunga terutama di negara dengan mata uang yang menjadi acuan perdagangan global ternyata bisa mempengaruhi daya tarik mata uang tersebut bagi investor. Pada saat suku bunga meningkat, maka aliran dana ke aset berdenominasi mata uang tersebut Bisa bertambah apabila investor melihat peluang imbal hasil yang lebih tinggi.

    Pada saat Dollar AS menguat, maka emas akan menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan berpotensi terpengaruh. Sebaliknya, pelemahan Dollar akan membuat emas relatif lebih terjangkau bagi para pemegang mata uang lain dan bisa mendukung permintaan yang ada.

  3. 3. Suku bunga berkaitan dengan ekspektasi inflasi

    ilustrasi emas
    ilustrasi emas (unsplash.com/Scottsdale Mint)

    Suku bunga sering digunakan bank sentral sebagai salah satu alat untuk merespon kondisi inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi. Pada saat tekanan inflasi meningkat, maka Bank Sentral bisa mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih ketat untuk menekan permintaan dalam perekonomian.

    Emas sering dipandang sebagai salah satu asas yang bisa digunakan untuk diversifikasi pada saat investor mengkhawatirkan soal penurunan daya beli dalam jangka panjang. Tidak heran apabila ekspektasi terhadap inflasi dan respons Bank Sentral ternyata bisa mempengaruhi minat terhadap emas secara bersamaan.

  4. 4. Suku bunga mempengaruhi biaya peluang memegang emas

    ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
    ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

    Emas berbeda dari deposito atau surat utang karena emas tidak memberikan pembayaran bunga secara berkala pada pemiliknya. Pada saat suku bunga dan imbal hasil aset berbunga meningkat, maka biaya peluang untuk memegang emas pun bisa terasa lebih besar Karena investor jadi kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan dari instrumen lain.

    Sebaliknya, pada saat tingkat bunga dan imbal hasil riil aset berbunga menurun, maka biaya peluang memegang emas pun dapat menjadi lebih rendah. Kondisi ini akan meningkatkan daya tarik emas bagi sebagian investor, terutama pada saat mereka mencari aset untuk diversifikasi dan perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi.

    Suku bunga bisa mempengaruhi harga emas melalui perubahan daya tarik aset berbunga nilai mata uang, ekspektasi inflasi, dan biaya peluang memegang emas. Meski hubungan tersebut cukup penting, namun harga emas tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang turut menyertai. Dengan memahami berbagai faktor, maka investor akan bisa menilai pergerakan emas secara lebih rasional dan tidak hanya mengandalkan satu indikator ekonomi saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More