ilustrasi investasi saham (pexels.com/Alesia Kozik)
Pengurangan jumlah saham beredar tidak hanya dapat memengaruhi EPS. Beberapa metrik lain yang menggunakan jumlah saham sebagai bagian dari perhitungan juga dapat berubah, seperti laba per saham dilusian dan sejumlah rasio berbasis nilai per saham. Dampaknya bergantung pada struktur modal dan karakter aksi korporasi masing-masing perusahaan.
Namun, perubahan metrik per saham tetap perlu dibaca bersama kondisi fundamental perusahaan. Buyback tidak otomatis membuat kinerja operasional menjadi lebih baik atau lebih buruk. Yang penting adalah memahami alasan perusahaan melakukan buyback, sumber dananya, jumlah saham yang dibeli, serta bagaimana keputusan tersebut memengaruhi posisi keuangan perusahaan.
Buyback dapat meningkatkan EPS terutama ketika jumlah saham beredar berkurang sementara laba yang tersedia bagi pemegang saham tidak berubah banyak. Efek tersebut berasal dari perubahan pembagi dalam perhitungan EPS, bukan berarti perusahaan otomatis menghasilkan laba operasional yang lebih besar. Karena itu, kenaikan EPS setelah buyback perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas.
Saat menganalisis dampaknya, investor dapat memperhatikan laba bersih, jumlah saham beredar, harga pembelian kembali, arus kas, dan penggunaan modal perusahaan. Perbandingan EPS sebelum dan sesudah buyback juga akan lebih bermakna jika disertai penjelasan mengenai sumber perubahan tersebut. Dengan begitu, angka EPS tidak hanya dilihat sebagai angka yang naik atau turun, tetapi dipahami berdasarkan faktor yang membentuknya.