Jakarta, IDN Times – PT Bank Jago Tbk meluncurkan fitur terbaru bernama Inspirasi Kantong di Aplikasi Jago untuk membantu pengguna mengelola keuangan secara lebih personal. Fitur ini dirancang agar setiap pengguna dapat menyusun "Kantong" sesuai tujuan, kebiasaan, dan karakter dalam mengatur uang.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, mengatakan setiap orang memiliki kondisi dan prioritas keuangan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula dalam mengelola uang.
"Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda. Untuk itu kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi Kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi dan keuangan personal mereka di Aplikasi Jago," kata Michael dalam keterangannya.
Melalui fitur tersebut, pengguna akan memperoleh rekomendasi susunan Kantong berdasarkan hasil jawaban atas sejumlah pertanyaan mengenai aspirasi, kebiasaan, kapasitas finansial, hingga tingkat kepercayaan diri dalam mengelola keuangan.
Saat ini Bank Jago menyediakan enam tipe Inspirasi Kantong, yakni Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, dan Perancang. Setelah mengetahui tipenya, pengguna dapat langsung menggunakan rekomendasi susunan Kantong atau menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.
Peluncuran Inspirasi Kantong didasarkan pada temuan Bank Jago melalui program Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang yang melibatkan 10 peserta dengan latar belakang, profesi, dan tujuan finansial berbeda.
Dalam tantangan tersebut, seluruh peserta menerima tambahan dana sebesar Rp10 juta yang dikelola selama 30 hari menggunakan Aplikasi Jago. Program itu juga menggandeng sutradara Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez serta didampingi Certified Financial Planner Annisa Steviani.
Di awal tantangan, delapan dari 10 peserta mengaku lebih memilih memiliki uang lebih banyak dibandingkan kemampuan mengelola uang. Namun setelah mengikuti program selama satu bulan, delapan peserta justru mengubah pandangannya dan memilih lebih mahir mengelola uang daripada sekadar memiliki lebih banyak uang.
Menurut Michael, hasil tersebut menunjukkan bahwa besarnya uang yang dimiliki bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi finansial seseorang.
"Ketika setiap orang menerima jumlah uang yang sama, yang lebih menentukan bukan nominal uangnya, tetapi cara mengelola uang sesuai tujuan, prioritas, dan perjalanan hidup masing-masing," ujarnya.
Sebelum mengikuti Reality Challenge, seluruh peserta diminta mengisi kuesioner untuk mengetahui tipe Inspirasi Kantong yang paling sesuai dengan kondisi finansial mereka.
Salah satu peserta, Andini, yang berprofesi sebagai guru yoga, memperoleh tipe Perintis. Ia mendapat rekomendasi satu Kantong Dana Darurat, dua Kantong Kebutuhan Harian, dua Kantong Menabung, serta satu Kantong Pengeluaran. Susunan tersebut digunakannya untuk memisahkan dana operasional kelas yoga, pembelian bahan baku, hingga pengembangan bisnis wellness yang tengah dirintis.
Sementara itu, peserta lain bernama Caesario yang memiliki target menggelar konser musik sekaligus memberangkatkan orang tuanya untuk umrah memperoleh tipe Pejuang. Ia direkomendasikan memiliki satu Kantong Dana Darurat, satu Kantong Kebutuhan Harian, satu Kantong Menabung, dan satu Kantong Pengeluaran.
Peserta lainnya juga menunjukkan pola pengelolaan keuangan yang berbeda-beda. Sebagian memilih memperkuat dana darurat, ada yang memprioritaskan kebutuhan keluarga, sementara lainnya fokus mengejar target finansial seperti biaya pendidikan maupun liburan ke luar negeri.
Salah satu peserta, Fadlu, menilai pengalaman tersebut bukan sekadar tantangan mengelola uang, tetapi juga proses membangun karakter.
"Mungkin untuk Bank Jago ini adalah challenge, tetapi buat saya ini adalah pembentukan karakter," ujarnya.
Michael menambahkan, melalui peluncuran Inspirasi Kantong dan Reality Challenge, Bank Jago ingin mendorong masyarakat memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan semata-mata soal menambah pemasukan, melainkan menempatkan uang sesuai prioritas agar tujuan finansial dapat tercapai.
