Soal Swasembada Pangan, Prabowo: Banyak yang Nuduh Pemerintah Bohong

- Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan hanya dalam satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun.
- Prabowo menegaskan keberhasilan ini dibuktikan melalui kemampuan pemerintah mengamankan dan memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
- Ia juga menanggapi pihak yang meragukan klaim tersebut, menekankan pentingnya kejujuran pemimpin serta kemandirian pangan dan energi nasional.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target yang ditetapkan selama empat tahun.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat. Menurutnya, pemerintah telah membuktikan mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk kebutuhan rakyat.
"Alhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun," katanya, Kamis (9/7/2026).
Hanya saja, dia mengatakan, masih ada pihak yang meragukan keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Katanya, keraguan tersebut muncul dari pihak-pihak yang mengaku cerdas.
"Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan. Bahkan banyak orang yang menganggap dirinya sebagai orang pintar, mengejek, mengenyek, dan menuduh bahwa kita pemerintah berbohong kepada rakyat, bahwa kita belum swasembada pangan," ujarnya.
"Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," ucap Prabowo.
Dia mengatakan, upaya mencapai swasembada pangan sudah menjadi perhatian sejak sebelum dirinya menjadi presiden. Dia telah menekankan kepada tim inti dan para penasihatnya agar Indonesia mampu mandiri dalam sektor pangan dan energi, termasuk mengurangi ketergantungan impor.
"Dari sejak saya belum dilantik jadi Presiden, kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi, tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan," kata Prabowo.













