Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Business Hack: Menentukan Batas Diskon yang Aman

ilustrasi promo akhir tahun
ilustrasi promo akhir tahun (pexels.com/Max Fischer)
Intinya sih...
  • Diskon bukan sekadar potong hargaBanyak pelaku bisnis mengira diskon cuma soal berani menurunkan harga. Padahal, diskon adalah strategi yang harus dihitung, bukan emosi. Tujuan ini yang menentukan seberapa besar diskon masih bisa dibilang aman.
  • Kenali dulu margin sebenarnyaSebelum bicara diskon, kamu harus benar-benar paham struktur biaya. Batas diskon aman biasanya tidak boleh melewati margin kotor. Diskon aman adalah yang masih menyisakan ruang napas untuk bisnis berjalan.
  • Diskon besar tidak selalu lebih efektifDiskon besar memang terlihat menarik, tapi efeknya belum tentu sebanding. Pembeli jadi menunggu harga turun lagi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Diskon sering dianggap senjata paling ampuh untuk menarik pembeli. Begitu ada potongan harga, perhatian langsung datang dan penjualan bisa naik cepat. Tapi di balik itu, diskon juga bisa jadi jebakan kalau kamu tidak tahu batas amannya.

Banyak bisnis akhirnya terjebak perang harga dan margin makin menipis. Bukannya untung, justru rugi pelan-pelan. Supaya diskon tetap jadi strategi, bukan bumerang, kamu perlu menentukan batas yang jelas.

1. Diskon bukan sekadar potong harga

ilustrasi promo akhir tahun
ilustrasi promo akhir tahun (pexels.com/Tamanna Rumee)

Banyak pelaku bisnis mengira diskon cuma soal berani menurunkan harga. Padahal, diskon adalah strategi yang harus dihitung, bukan emosi. Tanpa perhitungan, diskon bisa langsung menggerus keuntungan.

Kamu perlu tahu tujuan diskon sejak awal. Apakah untuk menarik pelanggan baru, menghabiskan stok, atau meningkatkan repeat order. Tujuan ini yang menentukan seberapa besar diskon masih bisa dibilang aman.

2. Kenali dulu margin sebenarnya

ilustrasi promo belanja online (pexels.com/kaboompics)
ilustrasi promo belanja online (pexels.com/kaboompics)

Sebelum bicara diskon, kamu harus benar-benar paham struktur biaya. Mulai dari biaya produksi, operasional, hingga biaya pemasaran. Tanpa angka ini, kamu seperti jalan tanpa peta.

Batas diskon aman biasanya tidak boleh melewati margin kotor. Kalau margin kamu 30 persen, memberi diskon 40 persen jelas berbahaya. Diskon aman adalah yang masih menyisakan ruang napas untuk bisnis berjalan.

3. Diskon besar tidak selalu lebih efektif

ilustrasi belanja banyak (pexels.com/Max Fischer)
ilustrasi belanja banyak (pexels.com/Max Fischer)

Diskon besar memang terlihat menarik, tapi efeknya belum tentu sebanding. Kadang diskon kecil tapi jelas justru lebih dipercaya pembeli. Apalagi kalau dibarengi alasan yang masuk akal.

Diskon terlalu besar bisa menurunkan persepsi nilai produk. Pembeli jadi menunggu harga turun lagi dan enggan beli di harga normal. Dalam jangka panjang, brand kamu yang kena dampaknya.

4. Gunakan batas waktu dan syarat

ilustrasi pria belanja baju
ilustrasi pria belanja baju (pexels.com/Hispanolistic)

Salah satu cara menjaga diskon tetap aman adalah dengan memberi batas. Bisa berupa waktu, jumlah stok, atau minimum pembelian. Dengan begitu, diskon tidak menjadi kebiasaan permanen.

Batas ini juga menciptakan rasa urgensi. Pembeli terdorong mengambil keputusan lebih cepat. Kamu pun tetap punya kontrol atas arus penjualan dan margin.

5. Evaluasi hasil, bukan cuma omzet

ilustrasi belanja sesuai kebutuhan (pexels.com/Ninthgrid)
ilustrasi belanja sesuai kebutuhan (pexels.com/Ninthgrid)

Kesalahan umum saat diskon adalah hanya melihat lonjakan omzet. Padahal, yang lebih penting adalah keuntungan bersih dan perilaku pelanggan setelahnya. Omzet naik tapi profit turun bukan kemenangan.

Kamu perlu mengevaluasi apakah diskon mendatangkan pelanggan yang tepat. Apakah mereka kembali membeli tanpa diskon. Dari sini, kamu bisa menentukan apakah strategi diskon layak diulang atau tidak.

Pada akhirnya, diskon yang aman adalah diskon yang punya batas dan tujuan. Bukan sekadar reaksi panik saat penjualan melambat. Dengan perhitungan yang tepat, diskon bisa jadi alat bantu, bukan alat bunuh diri bisnis.

Jadi sebelum menurunkan harga, tarik napas sebentar dan hitung ulang. Jangan sampai diskon yang terlihat manis justru meninggalkan rasa pahit di laporan keuangan kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Business Hack: Menentukan Batas Diskon yang Aman

19 Jan 2026, 10:08 WIBBusiness