Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BRInita BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Urban Farming
Aktivitas urban farming yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Buaran Citra Lestari di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. (dok. BRI)
  • Kelompok Wanita Tani Buaran Citra Lestari ubah lahan tidur 1.500 meter persegi di Cakung jadi area urban farming produktif dengan sistem hidroponik dan budidaya ikan bioflok.

  • Program CSR BRInita dari BRI bantu pengembangan lewat fasilitas greenhouse, pelatihan hidroponik, pengolahan hasil panen, hingga dukungan sarana seperti benih ikan dan kemasan produk.

  • Inisiatif ini berdayakan perempuan dan pensiunan untuk lebih produktif, sekaligus wujud komitmen BRI mendorong peran perempuan dalam ekonomi hijau dan pemberdayaan sosial masyarakat perkotaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program BRInita BRI mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan urban farming yang dijalankan Kelompok Wanita Tani Buaran Citra Lestari di Jakarta Timur.
  • Who?
    Kegiatan dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani Buaran Citra Lestari dengan dukungan CSR BRI Peduli melalui program BRInita, serta melibatkan anggota kelompok yang mayoritas perempuan dan pensiunan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada lahan milik pemerintah daerah seluas sekitar 1.500 meter persegi.
  • When?
    Inisiatif dimulai tahun 2021, diresmikan Desember 2022, mendapat dukungan BRInita pada 2025, dan berlanjut dengan pelatihan tambahan memasuki tahun 2026.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan lahan tidur untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat peran perempuan dalam kegiatan sosial dan ekonomi.
  • How?
    Lahan kosong disulap menjadi area pertanian hidroponik dan kolam ikan bioflok dengan bantuan fasilitas greenhouse, pelatihan budidaya serta pengolahan hasil panen dari program BRInita BRI Peduli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemanfaatan lahan terbatas di kawasan perkotaan kini menjadi solusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini tecermin dari aktivitas urban farming yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Buaran Citra Lestari di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

1. Lahan tidur disulap jadi pertanian produktif

Aktivitas urban farming yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Buaran Citra Lestari di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. (dok. BRI)

Kelompok Tani Buaran Citra Lestari memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya tidak digunakan. Kini, lahan tersebut telah diubah menjadi area pertanian urban berbasis hidroponik yang produktif.

Ketua kelompok, Lydwina atau Ina, mengatakan bahwa inisiatif ini berawal dari keinginan warga untuk memanfaatkan lahan kosong.

"Pada saat itu urban farming di kota sedang ramai. Akhirnya, di tahun 2021 mulai dibangun secara bertahap fasilitas yang terkait. Pertama kita bikin kolam ikan dulu, ada yang bioflok, ada yang konvensional. Lalu ada ruang hidroponiknya juga, hingga akhirnya diresmikan pada Desember 2022," ungkapnya.

Saat ini, kelompok tersebut membudidayakan berbagai komoditas seperti bayam, pakcoy, kangkung, tomat, hingga cabai, serta ikan lele dan nila dengan sistem bioflok. Mereka juga mengembangkan produk olahan seperti teh bunga telang yang dipasarkan ke warga sekitar.

2. Dukungan BRInita dorong pengembangan dan pelatihan

Aktivitas urban farming yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Buaran Citra Lestari di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. (dok. BRI)

Perkembangan kelompok ini semakin pesat setelah mendapat dukungan dari program CSR BRI Peduli melalui BRInita (BRI Bertani di Kota).

"Tahun 2025 lalu kita mendapatkan dukungan juga dari program BRInita. Jadi kita dapat bantuan greenhouse dan ruang untuk pengelolaan maggot. Selain itu, kami juga mendapatkan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan hidroponik, pelatihan pengolahan ikan lele, pelatihan pengolahan makanan dan minuman juga," imbuhnya.

Memasuki 2026, dukungan terus berlanjut melalui berbagai pelatihan tambahan seperti budidaya anggur, pengolahan pascapanen, hingga pelatihan packaging dan pemasaran. Selain itu, kelompok juga menerima bantuan sarana seperti benih ikan, media tanam, hingga kemasan produk.

3. Perkuat peran perempuan dan dampak sosial ekonomi

Aktivitas urban farming yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Buaran Citra Lestari di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. (dok. BRI)

Selain memberikan manfaat ekonomi, urban farming ini juga menjadi ruang aktivitas sosial bagi anggota kelompok yang mayoritas merupakan perempuan dan pensiunan.

"Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan," ungkapnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa program BRInita menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan perempuan.

“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” tegas Dhanny.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau dengan melibatkan 1.351 orang. Program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan serta memberikan dampak lingkungan melalui produksi tanaman, pupuk organik, hingga pengurangan emisi.

Editorial Team